Bantu Korban Gempa, TNI Kirim Satgas Kesehatan dengan 3 Pesawat Hercules

Metrobatam, Jakarta – TNI mengirim satuan tugas (Satgas) Kesehatan ke Aceh untuk membantu korban gempa. Satgas ini telah berangkat dengan tiga pesawat Hercules milik TNI AU.

Pengiriman pasukan dan perlengkapan untuk penanganan gempa dilakukan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (7/12) malam. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melepas langsung satgas gabungan dari ketiga matra ini.

Read More

“Tugas Satgas Kesehatan TNI adalah membantu korban akibat gempa bumi. Ini merupakan pengabdian TNI kepada masyarakat,” ungkap Gatot saat mengantar keberangkatan Satgas Kesehatan seperti tertulis dalam keterangan Puspen TNI yang diterima detikcom, Kamis (8/12).

Gatot mengingatkan kepada para prajuritnya untuk melaksanakan tugas kemanusiaan itu dengan maksimal dan senang hati. Ada pun personel Satgas Kesehatan TNI yang diberangkatkan ke Aceh berjumlah 218 personel terdiri dari 82 prajurit Yonkes Kostrad TNI AD, 61 prajurit Marinir TNI AL dan 31 personel Basarnas. Sementara itu RS. Mintohardjo TNI AL mengirimkan 6 orang dokter Spesialis, yakni satu orang dokter umum dan 35 orang tim kesehatan marinir yakni dua dokter umum dan 33 personel kesehatan Marinir.

“Kalau ada pasien-pasien yang dirawat di lapangan terbuka, setelah tenda rumah sakit lapangan Satgas Kesehatan TNI tergelar langsung bisa dioperasionalkan untuk merawat korban,” ujar Gatot.

Kepada Satgas Kesehatan yang diberangkatkan itu, Panglima TNI meminta untuk langsung bertugas begitu sampai di Aceh. Untuk itu Gatot meminta para personel satgas menggunakan waktu di perjalanan untuk beristirahat.

“Malam ini juga berangkat ke sasaran. Malam ini juga digelar (rumah sakit lapangan). Malam ini juga kamu kerja, sampai sana pasang rumah sakit begitu kamu sampai,” kata jenderal bintang empat itu.

“Ini suatu peluang untuk kamu bisa mengabdikan diri kepada masyarakat. Laksanakan tugas dengan hati senang karena semuanya memerlukan kamu. Apabila TNI dipanggil itu pasti melaksanakan tugas dengan maksimal,” lanjut Gatot.

Sementara itu, Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya menyatakan tiga pesawat C-130 Hercules disiapkan untuk mengangkut tenaga medis dan bantuan dari berbagai instansi. Mulai dari TNI, BNPB, maupun Basarnas.

“Pesawat Hercules dari Skadron 31 Lanud Halim Perdanakusuma dan dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh,” terang Jemi.

Sebelumnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan pihaknya mengirimkan tim ahli ‘collapse building’ ke wilayah terdampak Gempa Aceh. Tim dikirimkan dengan pesawat TNI AU.

“Diterbangkan dengan 2 pesawat hercules TNI AU dan 1 pesawat khusus kargo BNPB untuk memberikan bantuan ke Kabupaten Pidie Jaya,” tutur Sutopo, Rabu (7/12).

TNI Dirikan RS Lapangan
Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen dr. Ben Yusra Rimba mengatakan, pihaknya akan membuka Rumah Sakit Lapangan di Kabupaten Pidie Jaya guna membantu para korban gempa di bumi Serambi Mekah.

“Sesuai perintah Panglima TNI sebelum pukul 06.00 WIB pagi diharapkan Rumah Sakit Lapangan Kostrad dan Marinir sudah berdiri terutama di Pidie Jaya sebab itu adalah daerah terberat,” kata Ben, Kamis (8/12/).

TNI, lanjut Ben, menerjunkan sebanyak 24 dokter spesialis ‎yang akan membantu para korban gempa yang telah menewaskan lebih dari 90 orang tersebut. Bahkan, dirinya mengklaim kekuatan Rumah Sakit Lapangan milik TNI setara dengan RS Kelas III yang ada di Indonesia.

“‎Kita berangkat satu Rumah Sakit Lapangan dengan personel 24 dokter spesialis, jadi ada spesialis bedah tulang, spesialis anestesi, spesialis penyaki dalam, spesialis anak, dokter bedah umum. Kita datang dengan kekuatan setara rumah sakit tingkat III,” jelas Ben.

Misi TNI ke Pidie Jaya menurutnya adalah untuk membuka rumah. Terlebih, saat ini banyak rumah sakit yang hancur lantaran dahsyatnya guncangan bumi 6.5 SR.

“Misi utama kita adalah memang kita tahu rumah sakit di sana itu banyak yang rusak walaupun kita tahu tenaga medisnya ada. Kehadiran kita di sana adalah sebagai rumah sakit pengganti sementara sampai keadaan stabil diharapkan dalam dua minggu kita kembali ke Jakarta,” pungkas Ben.(mb/detik)

Related posts