BMKG: Lima Gempa Susulan Guncang Aceh

Mterobatam, Jakarta – Pascagempa berkekuatan 6,5 skala Richter yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12), sempat terjadi lima kali gempa susulan. Namun, gempa susulan itu berkekuatan lebih lemah dibandingkan gempa pertama.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono menyatakan, sudah terjadi gempa bumi susulan sebanyak 5 kali dengan kekuatan terbesar 4,8 SR.

Read More

“Hasil monitoring BMKG menunjukkan hingga pukul 05.30 WIB sudah terjadi gempabumi susulan sebanyak 5 kali dengan kekuatan terbesar M=4,8,” katanya.

Ia melanjutkan, tren kekuatan gempa susulan semakin mengecil. Warga pun diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan BPBA setempat dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sekadar diketahui, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diguncang gempa tektonik. Gempa tersebut terjai sekira pukul 05.03 WIB dengan kekuatan 6,5 SR. Akibat gempa itu, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Warga yang panik akan gempa pun berhamburan keluar rumah.

Sementara hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa terjadi pukul 05.03 WIB dengan kekuatan 6,5 skala Richter (SR). Pusat gempa terletak pada 5,25 lintang utara dan 96,24 bujur timur, tepatnya di darat pada jarak 106 kilometer arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi mengatakan, hasil analisis peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat terjadi di daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh pada skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI).

“Seluruh wilayah ini diperkirakan berpotensi mengalami dampak gempa bumi berupa kerusakan ringan seperti retak dinding dan atap rumah bergeser. Ini sesuai laporan sementara dari zona gempa bumi bahwa gempa bumi ini memang menimbulkan kerusakan di berbagai tempat,” katanya dalam keterangan tertulis diterima Okezone.

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Berdasarkan peta tataan tektonik Aceh tampak bahwa di zona gempa bumi memang terdapat struktur sesar mendatar. Ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan bahwa gempa bumi Pidie Jaya dibangkitkan oleh aktivitas sesar mendatar (strike-slip fault).

Dugaan kuat sesar aktif yang menjadi pembangkit gempa bumi ini adalah Sesar Samalanga-Sipopok Fault yang jalur sesarnya berarah barat daya-timur laut.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan hingga pukul 05.30 WIB, sudah terjadi gempa bumi susulan sebanyak 5 kali dengan kekuatan terbesar M=4,8.

Tampak bahwa tren kekuatan gempabumi susulan semakin kecil, sehingga masyarakat diimbau agar tetap tenang, selanjutnya mengikuti arahan BPBA setempat dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.(okezone)

Related posts