Densus 88 Tangkap Wanita Terduga Teroris di Purworejo

Metrobatam, Semarang – Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang wanita yang diduga berkaitan dengan jaringan teroris di Purworejo, Jawa Tengah. Wanita yang ditangkap berinisial IP alias ST.

Dari informasi yang diperoleh, penangkapan dilakukan di Musala Dusun Tegalsari Desa Brenggong Kecamatan Purworejo Jawa Tengah sekitar pukul 14.10 WIB, Kamis (15/12). Kemudian pukul 14.20 WIB, IP dibawa ke rumahnya di RT 01 RW 06 di dusun yang sama.

Read More

Dari rumah IP diamankan berbagai barang bukti berupa sejumlah buku, handphone, paspor, dan identitas lainnya. Kemudian pukul 14.40 WIB perempuan itu diamankan di Mapolres Purworejo untuk pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes (Pol) Djarod Padakova membenarkan adanya penangkapan terduga teoris oleh Densus 88 di Purworejo. Setelah diperiksa di Mapolres Purworejo, wanita tersebut langsung dibawa ke Jakarta.

“Iya benar ada tindakan dari Densus 88 siang tadi. Sudah dibawa ke Jakarta,” kata Djarod saat dikonfirmasi detikcom.

Belum diketahui apakah terduga teroris tersebut ada hubungannya dengan teror bom panci di Bekasi atau tidak. Djarod menegaskan penanganan masih terus dilakukan oleh Densus 88. “Keterlibatan dengan Bekasi kita belum tahu, penangannya Densus,” tegasnya.

Dalam penangkapan tersebut, lanjut Djarod, Polda Jateng dan Polres Purworejo hanya membantu persiapan personel dan juga pengamanan lokasi penangkapan. “Kita bantu persiapan personel, kita police line dan lakukan penjagaan,” ujar Djarod.

Instruksi Aman Abdurrahman
Metrobatam, Jakarta – Sejak penemuan bom panci di Bintara Jaya 8, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Sabtu 10 Desember 2016, turut diungkap 10 terduga teroris yang berada di belakangnya. Mereka diketahui langsung berada di bawah kendali pimpinan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bahrun Naim di Suriah yang berafiliasi dengan ISIS.

“Ini sel-sel terorisme Bahrun Naim, Jamaah Ansharut Daulah, yang ada di berbagai wilayah di Indonesia. Kita tahu bahwa mereka melakukan pertemuan di Malang tahun lalu bulan November,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (15/12).

Bahrun Naim juga memiliki kaitan dengan narapidana terorisme Aman Abdurrahman yang mendekam di Lapas Nusakambangan.

Pada November 2015, para pelaku teror di bawah jaringan Bahrun Naim diketahui melakukan video conference dengan Aman Abdurrahman yang merupakan pimpinan JAD di Indonesia. Salah satunya adalah jaringan Nur Solihin di Bekasi.

“Ada instruksi melalui video conference dengan Aman Abdrurrahman sebelum dia diisolasi di Lapas Nusakambangan,” katanya.

Sebanyak 10 tersangka terorisme yang ditangkap terkait penemuan bom di Bekasi yakni Muhammad Nur Solikin alias Abu Ghurob, Agus Supriyadi alias Agus bin Panut Harjo Sudarmo, Diyan Yulia Novi alias Ayatul Nissa, Suyanto alias Abu Iza, Khafid alias Toni bin Rifai, Arinda Putri Maharani, dan Wawan Prasetyawan alias Abu Umar bin Sakiman.

Berdasarkan perkembangan penyidikan terhadap tersangka Wawan juga terungkap pelaku teror lainnya yakni Imam Syafii yang merupakan peneror di Alfamart Solo pada 25 November 2016 dan Candi Resto Solo Baru pada 3 Desember.

Kemudian atas nama Sumarno asal Klaten dan terakhir Sunarto ditangkap di Karanganyar karena keterlibatan pelaku atas teror di Candi Resto Solo Baru. “Ketiganya sudah dibawa dan masih dalam pemeriksaan,” ujar Boy.(mb/okezone)

Related posts