Dian Yunlia Novi, Pengantin Bom Wanita Pertama di Indonesia

????????????????

Metrobatam, Jakarta – Kepala Bagian Mitra Ropenmas Divis Humas Polri, Kombes Awi Setiyono menyebutkan, Dian Yulia Novi (DYN) merupakan wanita pertama yang disiapkan untuk menjadi pengantin bom wanita oleh jaringan teroris yang ada di Indonesia.

“Baru pertama kali ya (pengantin bom wanita) di Indonesia, kalau di luar negeri kan sudah ada,” ungkap Awi di Mabes Polri, Jalarta Selatan, Selasa (13/12).

Read More

Saat ditanya proses rekruitmennya, Awi mengatakan, saat ini polisi sedang mendalami proses rekruitmen kepada DYN oleh Jamaah Anshorut Daulah Khilafah Nusantara (JADKN) pimpinan Bahrun Naim. “Perekrutan ini yang sedang didalami,” jawab singkat Awi.

Seperti diketahui, DYN ditangkap di Jalan Bintara Jaya VIII Kota Bekasi, dia dipersiapkan sebagai calon pengantin bom bunuh diri dan dibekali uang senilai Rp1 juta oleh Bahrun Naim selaku pimpinan JADKN.

Sementara itu para tersangka yang ditangkap mulai menyebut Bahrun Naim sebagai dalang dari perencanaan serangan aksi teror. “Kelompok ini salah satu sel yang dirancang dan direkrut oleh BN (Bahrun Naim). Ini akan terus ada jika BN belum ditangkap,” ujar peneliti terorisme dari Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib, di Jakarta, Selasa (13/12).

Ia menerangkan, BN telah beberapa kali merancang serangan teror. Misalnya pada Desember 2015 dengan kelompok Arif Hidayatullah di Bekasi, serangan Jalan MH Thamrin, serangan Mapolresta Solo, dan menyiapkan laboratorium bom di Majalengka.

“Dia (Bahrun Naim) tidak pernah menyerah untuk merancang serangan teror,” katanya.

Oleh karena itu, Polri harus segera merancang operasi penangkapan Bahrun Naim sebelum ada aksi-aksi susulan yang mungkin dapat terjadi ketika perayaan Natal dan Tahun Baru 2017. “Dia adalah centre of gravity terror, pusat kekuatan kelompok ini, harus dilumpuhkan,” tambahnya.

Bahrun Naim saat ini diketahui berada di Raqqa Suriah. Ia mengendalikan serangan dengan berkomunikasi melalui Telegram Chat. “Operasi penangkapan BN di Suriah tentu rumit, karena itu melibatkan aturan diplomatik,” kata Ridlwan.

Namun jika tidak diupayakan segera, Ridlwan meyakini BN segera menyusun serangan baru. “Tinggal menunggu waktu, Polri seolah-olah selalu tertinggal di belakang BN,” ucapnya.

Ridlwan mengusulkan sebuah operasi gabungan yang melibatkan intelijen dan TNI untuk meringkus Bahrun Naim di Suriah. “Tanpa ada upaya nyata menangkap BN, pemberantasan terorisme di Indonesia tidak akan tuntas, BN ini master mind,” ungkapnya.(mb/detik)

Related posts