Dikira Uang Mainan, Pedagang Sempat Tolak Uang Baru

Metrobatam, Bengkulu – Sejumlah pedagang di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, belum begitu mengetahui 11 jenis uang baru yang dikeluarkan Bank Indonesia, pada Senin 19 Desember 2016. Bahkan, pedagang merasa bingung dengan uang kartal yang mirip dengan uang monopoli tersebut.

Bahkan, pedagang pun sempat menolak jika ada masyarakat yang berbelanja dengan uang baru. Namun, usai disosialisasikan, pedagang akhirnya bisa menerima uang keluaran baru tersebut.

Read More

Salah satu kasir di pusat pembelanjaan di Kota Bengkulu, Nova Andriani, mengatakan bahwa sejak uang baru dikeluarkan, dirinya belum mengetahui uang tersebut dan hanya mengetahui sebatas melihat di media sosial atau jejaring sosial, Facebook.

“Yang saya tahu, uang pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu saja yang baru dikeluarkan itu pun uangnya saya lihat di media sosial,” kata Nova, saat ditemui, Selasa (20/12).

Senada, salah satu warga Kota Bengkulu, Ahmad Zuhri, menyampaikan bahwa uang keluaran baru seperti tidak asli atau uang palsu. Hal tersebut, kata Zuhri, uang yang dikeluarkan mirip uang mainan.

“Uang baru mirip uang mainan. Kalau belum disosialisasikan bisa saja uang ini akan ditolak warga yang ingin membelanjakannya,” sampai Zuhri.

Ditemui terpisah, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Endang Kurnia Saputra, menyampaikan bahwa uang keluaran baru dari BI sebanyak 11 buah, yaitu 7 lembar uang kartal, pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu, Rp1.000 serta uang logam empat buah.

Terkait uang baru yang sempat ditolak pedagang, pihaknya dalam beberapa hari ini menggelar sosialisasi ke pedagang, serta warung-warung yang tersebar di dalam Kota Bengkulu.

“Hari ini, kita sosialisasikan kepada pedagang. Dengan membelanjakan uang baru, sebesar Rp2 juta,” kata Endang.

Selain itu, sambung Endang, dalam persediaan uang baru pihaknya telah menyebar ke seluruh bank di Bengkulu sebesar Rp35 miliar.

Tidak hanya itu, kata dia, sosialisasi uang baru juga dilakukan dengan pemasangan poster ke sejumlah titik keramaian di Kota Bengkulu.

“Uang baru sudah di-drop ke bank-bank. Jadi, kalau masyarakat ingin menukar uang silakan ke bank-bank,” demikian Endang. (mb/okezone)

Related posts