DVI Polri Kumpulkan 11 Data Antemortem dan DNA Pembanding Korban

Metrobatam, Jakarta – Tim DVI Polri telah mengumpulkan 11 data antemortem dan DNA pembanding korban pesawat yang jatuh di perairan Linggam, Kepulauan Riau. Dua data antemortem lainnya segera dikirim ke Mabes Polri.

“Sampai tengah malam tadi, tim antemortem Mabes Polri berhasil mengumpulkan 11 data antemortem dan DNA pembanding dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. 2 Data antemortem lainnya dari Jateng dan Banten akan dikirimkan ke Mabes hari ini,” kata Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani, Senin (5/12).

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, antemortem adalah data diri korban sebelum meninggal dunia. Data ini dapat berupa properti yang dikenakan korban semasa hidup atau data rekam medis korban, seperti gigi geligi, sidik jari, air liur, atau riwayat operasi. Data-data tersebut dapat diperoleh melalui kerabat langsung korban, misalnya orang tua.

Data tersebut nantinya akan dicocokan dengan data post mortem atau data temuan saat di lokasi kejadian. Apakah itu dari properti yang dikenakan korban atau dari rekam medis.

Sejauh ini, Tim SAR gabungan sudah mengevakuasi 4 kantong mayat yang berisi potongan tubuh. 4 kantong mayat itu telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam, Kepri untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Pesawat Skytruck milik Polri yang jatuh di perairan Kabupaten Lingga, Kepri pada Sabtu (3/12) lalu mengangkut 13 orang. Tiga belas orang itu merupakan polisi untuk dirotasi ke sejumlah daerah.

Berikut data nama 13 polisi yang menjadi korban jatuhnya pesawat Skytruck milik Polri

1. AKP Budi Waluyo (pilot), 2. AKP Eka Barokah (pilot), 3. AKP Tonce (pilot), 4. Brigadir Joko Sujarwo (mekanik), 5. Brigadir Mustofa (mekanik), 6. AKP Abdul Munir (penumpang), 7. AKP Safran (penumpang), 8. Bripka Erwin (sda), 9. Briptu Andi Z(sda), 10. Bripda Rizal (sda), 11. Bripda Eri (sda), 12. Brigadir Suwarno (sda), 13. Brigadir Joko Sungatno.

Ditemukan di Kedalaman 24 Meter
Tim SAR gabungan berhasil menemukan badan pesawat milik Polri yang jatuh di perairan Kabupaten Lingga, kepulauan Riau. Badan pesawat itu ditemukan di kedalaman 24 meter di bawah laut.

“Badan pesawat yang sepanjang tiga meter sudah kita selami dan kita temukan di kedalaman 24 meter,” kata Kabasarnas Marsdya FH Bambang Soelistyo saat dihubungi detikcom, Minggu (4/12).

Bambang mengatakan, badan pesawat itu belum diangkat. Tim memfokuskan pencarian korban terlebih dahulu.

“Kita nyari korbannya dulu yang utama. Bodi pesawat itu nanti perlu diangkat atau tidak itu prioritas yang terakhir,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan menemukan tumpahan minyak di sekitar lokasi pencarian pesawat Skytruck tipe M-28 milik Polri di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri). Titik penemuan tumpahan minyak itu diprediksi sebagai titik jatuhnya pesawat.

“Pukul 17.55 WIB kemarin itu Basarnas bersama dengan kekuatan unsur lain bisa menemukan prediksi titik jatuhnya pesawat karena terlihat tumpahan minyak,” kata Bambang Soelistyo saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/12)

Titik koordinat ditemukannya tumpahan minyak itu berada di 0 17′ 321″ N – 104 50′ 518″ E. Titik itu memiliki kedalaman sekitar 24 meter.

“Titik lokasi telah diberi tanda. Kedalamannya mencapai kurang lebih 24 meter,” sambungnya.(mb/detik)

Pos terkait