Gempa Aceh, Korban Meninggal Terus Bertambah Jadi 40 Orang

Metrobatam, Pidie Jaya – Korban gempa tektonik di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh terus bertambah. Data terbaru hingga pukul 13.00 WIB, korban meninggal dunia bertambah menjadi 40 orang. Korban terluka sekira 190 orang.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh Heni Via menerangkan, sampai saat ini korban masih saja bertambah, petugas gabungan bersama masyarakat terus melakukan upaya pencarian, dan penyelamatan terhadap korban gempa yang terjadi pagi tadi.

Read More

“Petugas masih fokus melakukan pencarian, sampai sekarang terdata puluhan ruko rusak, dimungkinkan data korban akan bertambah,” terang Heni, Rabu (07/11)

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diguncang gempa tektonik. Gempa terjadi sekira pukul 05.03 WIB dengan kekuatan 6,5 SR. Akibat gempa itu, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Warga yang panik pun berhamburan keluar rumah.

Tiga lokasi terparah diakibatkan oleh gempa sekira pukul 05.03 WIB di Pidie Jaya yang berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Merdu, Kecamatan Tringgadeng dan Kecamatan Samalaga 3.

Pusat gempa bumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT; tepatnya di darat pada jarak 106 kilometer arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 10 km di Kabupaten Pidie Jaya. Gempa terasa hingga Kota Banda Aceh serta Aceh Besar, kemudian juga mencapai Aceh Jaya, Meulaboh, Aceh Barat, dan Kota Sabang.

Sementara itu di RSUD Chik Ditiro, Pidie menampung hampir sekitar 500 pasien korban luka. Pihak RSUD Chik Ditiro sejauh ini belum mengalami kendala dalam menangani para pasien tersebut.

“Ya, kita masih bisa menangani pasien yang terus berdatangan. Sampai saat ini belum ada kendala,” kata Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Mohd. Riza Faisal.

Faisal menambahkan, baik dalam hal jumlah tenaga medis hingga obat-obatan yang diperlukan untuk menangani pasien korban luka gempa Aceh pihaknya sejauh ini belum mendapatkan kendala. Untuk penanganan pasien, pihaknya menempatkan sementara pasien-pasien di lorong dan juga tenda darurat di sekitar RSUD Chik Ditiro.

“Tenaga medis sudah maksimal. Pasien sementara ada di lorong-lorong rumah sakit dan tenda darurat. Kita bekerja sama dengan Polres untuk meminta bantuan tenda,” jelas Faisal.

“Obat-obatan lagi dikalkulasi ulang. Obat-obatan untuk operasi bedah masih akan dikaji ulang siang ini. Namun sampai sekarang belum ada kendala. Kita akan coba kalkulasikan lagi,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan 6,5 skala richter mengguncang Aceh pada pukul 05.03 pagi tadi. Warga kemudian berlari berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.(okezone/detik)

Related posts