Korban Gempa di Pidie Jaya Aceh Jadi 18 Orang

Metrobatam, Pidie Jaya – Gempa bumi berkekuatan 6,4 mengguncang Pidie Jaya, Aceh. Sejumlah bangunan roboh dan mengakibatkan banyak warga tertimbun.

“Informasi terakhir ada 18 orang meninggal dunia, evakuasi masih terus dilakukan,” ujar Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (7/12).

Read More

Said menyebut proses evakuasi mengalami kesulitan. Tetapi alat berat sudah berada di lokasi. “Kalau masalah jumlah alat berat, tidak masalah. Tetapi kami juga meminta bantuan dari kabupaten sekitar,” imbuh Said.

Gempa bumi terjadi pukul 05.03 WIB. Pusat gempa berada di timur laut Kabupaten Pidie Jaya dengan kedalaman 10 kilometer.

Pascagempa berkekuatan 6,5 skala Richter yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12), sampai saat ini sudah terjadi gempa susulan sekira 20 kali.

Kepala BMKG Aceh Eridawati menjelaskan, gempa dirasakan di seluruh wilayah Aceh. Data terbaru yang ada BMKG Aceh, gempa susulan terus terjadi dengan kekuatan lebih lemah dari pada gempa sebelumnya.

“ Ya dari tadi masih terjadi gempa susulan, sudah berkali-kali ini hampir 20 kali, kekuatannya di bawah 5 SR,” terang Eridawati saat memberi keterangan kepada i-News TV, Rabu (7/12)

Sekadar diketahui, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diguncang gempa tektonik. Gempa tersebut terjai sekira pukul 05.03 WIB dengan kekuatan 6,5 SR. Akibat gempa itu, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Warga yang panik akan gempa pun berhamburan keluar rumah.

Gempa Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh ini mirip dengan gempa yang terjadi di Yogyakarta tahun 2006 silam. “Magnitudo dan kedalaman hiposenter mirip gempa Yogyakarta tahun 2006,” ujar Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Rabu (7/12).

Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 SR ini tidak berpotensi tsunami. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi terjadi pukul 05.03.36 WIB dengan kekuatan M=6,4 di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Pusat gempa bumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km.

Sementara itu dalam catatan detikcom, gempa yang terjadi di selatan Yogyakarta pada 26 Mei 2006 memiliki kedalaman 17,1 km. Gempa juga terjadi dekat dengan pantai dan tidak menyebabkan tsunami.

Penyebab gempa Yogyakarta saat itu adalah karena aktivitas sesar atau patahan aktif. Penyebab gempa itu juga mirip dengan yang terjadi di Aceh saat ini.(mb/detik)

Related posts