Setya Novanto Jadi Ketua DPR Lagi, Sejumlah Posisi Dirotasi

Metrobatam, Jakarta – DPR secara resmi berganti ketua. Lewat paripurna, anggota DPR setuju posisi Ketua DPR berganti dari Ade Komarudin ke Setya Novanto.

Rapat paripurna berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/11). Wakil Ketua DPR Fadli Zon memimpin rapat paripurna dengan didampingi oleh pimpinan lainnya yaitu Agus Hermanto, Fahri Hamzah, dan Taufik Kurniawan.

Read More

Ade Komarudin tidak hadir di rapat paripurna ini. Sementara itu, Novanto hadir untuk dilantik. Pimpinan DPR kemudian bertanya ke tiap fraksi soal pergantian ketua DPR ini. Mereka setuju dengan berbagai pesan. Di akhir, Fadli Zon kembali bertanya untuk memastikan

“Apakah pergantian ketua DPR dari Ade Komarudin ke Setya Novanto dapat disetujui?” tanya Fadli.

“Setuju!” jawab para anggota.

Prosesi pelantikan kemudian dimulai. Setya Novanto maju ke depan ruang paripurna dan surat keputusan dibacakan.

Golkar Rombak Anggota Komisi
Golkar tak hanya mengganti kadernya di posisi Ketua DPR, beberapa pos di komisi-komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD) juga bergeser. Apa saja?

“Kita tingkatkan efektivitas partai di seluruh lini. Maka itu di rotasi, mungkin awal tahun ke depan pasti kita lakukan. Ya jadi posisi-posisi itu akan dievaluasi setiap tahun,” kata Sekjen Golkar Idrus Marham.

Idrus menyebut kebijakan penggeseran kader partainya itu untuk meningkatkan efektivitas kinerja partainya di parlemen. Dia belum mau membeberkan komisi apa saja yang akan dievaluasi. “Belum. Ini baru kita mau evaluasi semuanya lima bulan kepengurusan Setya Novanto mungkin awal tahun depan,” kata dia.

Idrus membenarkan Ketua Komisi II Rambe Kamarulzaman akan diganti. Pasalnya Rambe juga merangkap Ketua Bidang Kepartaian DPP Golkar dan Ketua Komisi II. “Memang sudah diganti, bukan bakal diganti, alasanya Pak Rambe itu rangkap dua. Nanti kita lihat efektivitasnya,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Bidang Pembangunan Daerah dan Desa Zainudin Amali membenarkan dirinya akan menggantikan posisi Rambe di Komisi II. Meski mengaku belum memahami semua Isu di Komisi II, dia siap belajar.

“Sebagai kader ditugaskan di manapun oleh partai kita enggak boleh bilang tidak siap. Sambil jalan. Semua teman, kan satu DPR satu keluarga. Kalau saya enggak tahu bisa tanya ke teman-teman yang sudah duluan. Tanya teman-teman media wartawan,” kata Amali.

Soal proses pergantian itu, Amali mempersilakan untuk menanyakan mekanismenya ke pimpinan DPR. “Proses pergantiannya biasanya pimpinan dewan. Ada surat ke komisi . Kemudian ada pelantikan biasanya kordinator bidang. Pak Fadli. Boleh ditanyakan Pak Fadli,” kata Amali.(mb/detik)

Related posts