Suporter yang Tak Dapat Tiket, Edy Rahmayadi: Ada Layar Lebar dan Bakso Gratis

Metrobatam, Jakarta – Penjualan tiket di Komando Garnisun Tetap I, Gambir, telah ludes terjual. Dari total 10 ribu tiket kategori tiga yang distribusikan panitia pelaksana semuanya sudah tersalurkan kepada para suporter yang mengantre sejak subuh.

“Teman-teman semua saya informasikan penjualan tiket sudah ditutup di Garnisun maupun Markas Kostrad. Tiket sudah habis semua terjual,” begitu bunyi pengumuman di halaman Maskas Kostrad, seraya disoraki para suporter.

Read More

Dimulai pukul 08.30 WIB penjualan tiket kelar pukul 11.00 WIB. Namun, para suporter yang masih tersisa di halaman belum mau beranjak. Sejumlah anggota bahkan terpaksa memaksa suporter untuk keluar karena masih ada suporter yang berharap tiket masih ada.

“Ayo semua silakan pulang.. halaman akan digunakan untuk acara lain,” lanjut pengumuman itu.

Pada bagian lain, sejumlah anggota pun sudah mulai membersihkan area halaman. Mereka bahu membahu membersihkan halaman. Yang menarik dari sisa penjualan tiket itu adalah sendal suporter yang tertinggal di dalam selokan dan di area menuju Garnisun__loket penjualan tiket final. Puluhan sendal tertinggal lantaran suporter yang mengantre tidak terkendali lagi.

Selagi area dibersihkan, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pun menghampiri suporter yang sejak pagi berapa di gerbang utama. Mereka tidak masuk ke halaman markas Kostrad. Sembari menyapa, Edy juga mengimbau untuk suporter bisa kembali ke rumah masing-masing.

“Dengar ya, tiket kapasitas lapangan Pakansari hanya 30 ribu. Persoalannya bukan persoalan tiket, persoalannya lapangan kita tidak ada. Yang ada itu lapangan GBK, tapi itu sedang direnovasi meski dengan jumlah maksimal 80 ribu. Saya tahu kalian ingin menunjukkan Garuda di dada kita. Tapi kapasitas lapangan tidak memungkinkan untuk itu,” kata Edy, menggunakan alat bantu pengeras suara.

“Begini, saya siasati dan buat layar lebar di lapangan sana. Sekalian tukang bakso saya siapkan, gratis. Bakso saya siapkan di sana 38 gerobak,” lanjut Edy lagi.

“Saya minta maaf, tapi kita juga tidak memaksakan karena kita tidak bisa menggelar sepakbola di Monas ini. Untuk apa kalian paksa begini, tetapi lapangannya tidak cukup. Mengerti kalian. Saya minta tolong. Tapi ke depan saya pikirkan,” ujar dia, yang kemudian disambut teriakan suporter.

“Saya mengerti, kalian cinta bangsa ini. Tapi jangan gara-gara cinta bangsa, tempat ku kalian rusak semua,” tukas Edy, sembari kembali meminta suporter untuk pulang.(mb/detik)

Related posts