Wabup Pidie Jaya: Puluhan Orang Tertimbun Reruntuhan Bangunan

Metrobatam, Pidie Jaya – Sebanyak 18 orang meninggal dunia dan puluhan orang tertibun reruntuhan bangunan akibat gempa bumi yang terjadi di Pidie Jaya, Aceh. Hingga kini evakuasi masih dilakukan terhadap warga yang tertimbun bangunan runtuh.

“Sudah kami tangani dengan alat berat untuk evakuasi, ada puluhan warga yang masih tertimbun,” ujar Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi saat dihubungi, Rabu (7/12).

Read More

Alat berat juga didatangkan dari kabupaten lain. Namun proses evakuasi memang terkendala medan yang berat. “Warga yang luka-luka sudah dilarikan ke rumah sakit,” imbuh said.

Dia belum bisa memastikan berapa jumlah warga yang tertimbun reruntuhan bangunan. Saat ini dia sedang berada di Meureudu di mana ada sebuah rumah roboh yang menimpa satu keluarga.

Sementara BPBD Aceh memastikan bahwa kerusakan parah berupa robohnya rumah, masjid dan toko akibat gempa bumi tektonik itu hanya terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Kepala BPBD Aceh Said Rosul menjelaskan, dari laporan seluruh petugas di lapangan, kerusakan hanya terjadi di sekitar titik gempa di Pidie Jaya.

“Kita pastikan kerusakan parah hanya ada di Pidie jaya, sudah kita pantau di Kabupaten sekitarnya enggak ada kerusakan, kalau hanya retak-retak saja ada,” kata Said Rosul.

Said Rosul menambahkan, petugas gabungan dari unsur TNI/Polri bersama masyarakat saat ini sedang melakukan evakuasi terhadap korban gempa pagi tadi. Bahkan bantuan sudah didatangkan dari kabupaten tetangga yakni Pidie dan Biruen. “Dua kabupaten itu yang sementara ini memungkinkan membantu, karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Pidie Jaya,” tambah Said.

Sekadar diketahui, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diguncang gempa tektonik. Gempa tersebut terjadi sekira pukul 05.03 WIB dengan kekuatan 6,5 SR. Akibat gempa itu, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Warga yang panik akan gempa pun berhamburan keluar rumah.

Salah seorang saksi mata, Naswardi yang menginap di salah satu hotel di Calang, Aceh Jaya sekitar 2 kilometer dari pantai. Dia mengatakan gempa itu terjadi saat warga akan melaksanakan salat subuh.

“Tadi pas menjelang subuh pukul 05.03 WIB itu kondisinya semua yang di sini persiapan untuk menunaikan salat subuh, karena di masjid menyampaikan. Di sini sudah ada suara pengajian untuk persiapan azan subuh,” kata Naswardi saat dihubungi Rabu (7/12).

Naswardi menjelaskan guncangan gempa itu terasa sangat kuat. Air di bak mandi tumpah dan terdengar suara gemuruh bangunan berguncang.

“Gempa cukup keras sampai air bak mandi kamar hotel saya tumpah. Goyangannya cukup kuat saya mendengar bunyinya gemuruh bangunan karena goyangannya lumayan keras,” kata dia.

Guncangan yang begitu kuat membuat seluruh penghuni hotel dilanda kepanikan dan berhamburan keluar. Mereka menyelamatkan diri di lahan yang tidak berdekatan dengan bangunan.

“Jadi masyarakat termasuk yang menginap di hotel pada keluar. Menyelamatkan diri di lahan yang lebih luas jauh dari bangunan hotel,” katanya.(mb/detik)

Related posts