Alissa Wahid: Raja-raja Kecil Bikin Banyak Intoleransi di Daerah

Metrobatam, Jakarta – Putri sulung Abdurrachman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid mendorong agar pemerintah pusat memiliki desain kuat untuk mewujudkan toleransi di Indonesia. Menurut Alissa, intoleransi di daerah-daerah kerap terjadi karena ada penguasa-penguasa tertentu yang memaksakan kehendak.

“Di beberapa daerah pemaksaan intoleransi terjadi karena ada raja-raja kecil di daerah. Kalau tidak ada grand design dari pemerintah pusat untuk mengatasi ini semua, maka akan gawat,” ujar Alissa dalam diskusi ‘Sarasehan Desa’ di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (9/1).

Read More

Menurut Alissa, reformasi sosial harus dilakukan. Apabila hal itu dapat diwujudkan, dia yakin hak konstitusi setiap warga negara tidak akan dilanggar.

“Reformasi sosial harus dilakukan. Pemerintah harus membangun pondasi kuat di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Alissa mengatakan Indonesia dibangun atas keragaman. Untuk itu toleransi pun harus diwujudkan, meski saat ini kaum mayoritas masih mendominasi.

“Ada hal yaitu mayoritanisme itu menghambat keberagaman yang ada di Indonesia. Ini mengakibatkan banyak tindak intoleranisme di sekitar kita terjadi. Kalau mayoritanisme menguat, akibatnya kelompok mayoritas akan mengharapkan hak-hak lebih dan memandang kelompok lain yang minoritas mempunyai hak yang lebih rendah. Akibatnya hak-hak konstitusi tidak terjamin. Ini yang berbahaya,” ujar Alissa dalam diskusi yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).(mb/detik)

Related posts