FPI Bakar Markas GMBI, Polisi Anamkan 20 Anggota FPI

Metrobatam, Bogor – Polres Bogor mengamankan 20 anggota Front Pembela Islam (FPI) pascapembakaran Kantor Sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Kecamatan Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 03:00 WIB dini hari tadi. Diduga aksi ini buntut dari bentrokan kedua kubu di depan Mapolda Jabar kemarin.

Read More

“Iya ini diduga buntut dari isu yang terjadi di Bandung kemarin. Kami amankan 20 orang yang diduga membakar kantor sekretariat GMBI di Ciampea,” kata AM Dicky, Jumat (13/1).

Nantinya, ke-20 massa dari FPI tersebut akan menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor guna mengetahui keterlibatannya dalam peristiwa terbakarnya Kantor Sekretariat GMBI.

“Kami periksa keterlibatan mereka, kalau ada indikasi terlibat pembakaran atau perlawanan terhadap anggota kami di lapangan, akan diproses. Kalau korban sampai sekarang tidak ada,” jelasnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto menjelaskan, penyerangan markas GMBI dipicu dari berita hoax yang beredar di media sosial.

“Dari pemeriksaan awal, kami dapatkan informasi bahwasanya sudah beredar informasi di medsos yang menyatakan salah satu anggota FPI kena tusuk, kemudian di medsos juga ada penculikan anggota FPI. Jadi banyak berita beredar di medsos dan ini menyulut anggota ormas FPI Bogor sehingga terjadi penyerangan tersebut,” kata Rikwanto di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (13/1).

Saat ini, dari sekira 150 pelaku, 20 orang sudah berhasil diamankan dan tengah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman kasus di Polres Bogor Kabupaten. “Siapa berbuat apa akan jelas nantinya. Tentunya kalau ada pelanggaran hukum di situ akan kita proses hukum,” katanya.

Jangan Memprovokasi !
Ketua MUI Kabupaten Bogor Ahmad Mukri berharap agar para tokoh ulama dan organisasi masyarakat di Kabupaten Bogor untuk tidak memprovokasi atau memperkeruh suasana. “Ya kami harap tokoh-tokoh ulama tidak memberikan khutbah pada Salat Jumat ini yang memperkeruh suasana. Berikan khutbah yang sejuk untuk memediasi kedua belah pihak,” tutur Ahmad.

Ia pun menyerahkan semua kasus ini kepada pihak kepolisian, karena bagaimana pun tindak pengerusakan tidak dibenarkan oleh syariah Islam apalagi hukum di Indonesia.

“Kita biarkan polisi yang memproses secara keadilan. Terpenting saat ini jangan ada yang memprovokasi atau cepat terprovikasi terkait masalah ini,” tutupnya.

Rencananya, kedua kubu baik dari FPI Bogor maupun GMBI bersama pihak-pihak terkait lainnya akan melakukan mediasi di Mapolres Bogor, Jawa Barat sore nanti.(mb/okezone)

Related posts