FPI Sebut Anggotanya Ditusuk, Polri: Belum Ada Faktanya

Metrobata, Jakarta – Mabes Polri menegaskan kabar penusukan anggota Front Pembela Islam (FPI) di halaman Rumah Makan Ampera, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, masih diselidiki.

Kabar penusukan yang beredar di medsos ini diduga jadi pemicu pembakaran markas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Bogor.

Read More

“Itu berita yang beredar di medsos, jadi sudah saya konfirmasi ke Polda Jabar belum ada faktanya,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/1).

Meski tidak ada laporan penusukan, Rikwanto mengatakan pihak Polrestabes Bandung menerima laporan soal penganiayaan. “Ada beberapa yang dilaporkan ke Polrestabes Bandung, sifatnya penganiayaan,” ujarnya.

Buntut keributan di Bandung seusai pemeriksaan Habib Rizieq di Mapolda Jabar, Kamis (12/1), markas GMBI di Ciampe, Bogor, dibakar dini hari tadi. Polisi menyebut perusakan dan pembakaran dilakukan lebih dari 100 orang.

“Pelaku yang terlihat kurang-lebih 150 orang. Dari 150, sudah diamankan 20, diperiksa di Polres Bogor kabupaten. Mereka dari kelompok ormas tertentu, yang dari keterangan saksi diambil penyidik di TKP dari massa ormas FPI,” kata Rikwanto.

Kapolda Akui Jadi Dewan Pembina
Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengakui jabatannya sebagai Ketua Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Jabatannya diembannya, menurut Anton, agar GMBI menjadi beradab.

“Tetapi saya membina agar mereka ini beradab,” kata Anton menjawab pertanyaan wartawan apakah dirinya merupakan dewan pembina GMBI, di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Jumat (13/1).

Anton mengatakan dia tidak hanya menjadi dewan pembina di satu ormas saja. Ada beberapa. “Bukan hanya satu, tapi banyak,” ujar Anton.

Nama ormas GMBI ramai dibicarakan belakangan ini lantaran markas mereka yang berlokasi di Bogor dibakar massa. Peristiwa pembakaran terjadi pada Jumat (13/1) dini hari. Polisi menduga pelaku pembakaran adalah FPI. Namun FPI membantah.

Sehari sebelumnya, GMBI dan FPI melakukan aksi di depan Mapolda Jawa Barat. Dua ormas ini dalam posisi ‘berhadap-hadapan’. Aksi dilakukan terkait pemeriksaan Habib Rizieq Shihab di Mapolda dalam kasus dugaan penodaan lambang, dasar negara Pancasila dan pencemaran nama baik Sukarno.

Usai aksi, terjadi keributan antar keduanya. FPI menyebut ada lima anggotanya yang dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani jahitan di lukanya.

“Ketika kami sedang istirahat makan siang di resto Sunda. Tiba-tiba mobil kita diserang, mereka konvoi di jalan kita sedang di dalam mobil diserang sama mereka, yang sampai dijahit itu ada lima orang,” ujar Panglima FPI Maman Suryadi, Jumat. (mb/detik).

Related posts