Kapolda Jabar Minta Pembakaran dan Perusakan Markas GMBI Diusut Tuntas

Metrobatam, Bandung – Sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan satu rumah di Kecamatan Ciampea, Bogor, Jawa Barat (Jabar) dibakar sekelompok orang dari Front Pembela Islam (FPI) dini hari tadi. Sedikitnya 20 anggota FPI, yang diduga sebagai pelaku ditangkap.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charliyan, meminta jajarannya untuk mengusut pembakaran dan perusakan yang dilakukan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu tersebut. Menurutnya, bila mereka mengatasnamakan Islam, tak mungkin akan melakukan perusakan.

Read More

“Sekarang saya juga minta pertanggungjawaban perusakan (markas GMBI di Bogor) ini siapa pembinanya? Kenapa dibiarkan merusak? Apakah ajaran Islam itu untuk merusak? Ini justru akan merusak umat Islam,” kata Anton di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat (13/1).

Menurut Anton, atas kejadian tersebut dan di daerah lainnya, harus ada evaluasi bersama-sama antarpihak yang berkepentingan. Jenderal bintang dua itu menyebut Islam tak mengajarkan membenci sesama manusia, apalagi sampai membuat kerusakan.

“Justru harus kita evaluasi bersama. Apakah cerminan Islam begini? Saya juga diajarkan pesantren dari kecil, tapi tidak diajarkan begini. Jadi kalau ada Islam yang merusak, saya yang pertama yang akan melawannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Jumat (13/1) sekira pukul 02.51 WIB, ratusan anggota FPI Bogor disebut-sebut menyerang dan membakar markas GMBI beserta satu rumah yang ada di lokasi, Ciampea, Bogor.

Penyerangan itu dipicu beredarnya berita hoax di media sosial yang menyatakan bahwa anggota FPI diculik dan ditusuk oleh GMBI setelah ricuh di Mapolda Jawa Barat usai Habib Rizieq diperiksa dalam kasus dugaan penodaan Pancasila.(mb/okezone)

Related posts