Kapolri akan Beri Penghargaan untuk Kapolda Jabar dan Kapolda Metro

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (tengah) memberikan keterangan pers terkait penembakan teroris kelompok Santoso di Jakarta, Selasa (19/7). Kapolri memastikan salah satu terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan Satgas Operasi Tinombala di daerah Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (18/7) adalah Santoso alias Abu Wardah, setelah melakukan cek sidik jari jenazah. Sedangkan jenazah satu lagi adalah Mukhtar anak buah Santoso. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/pd/16

Metrobatam, Jakarta – Kapolri Jendral Tito Karnavian kembali menegaskan tidak akan mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan dan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan. Tito justru akan memberikan penghargaan kepada keduanya jika melakukan tindakan yang benar.

“Enggak lah, kita kan punya prosedur sendiri. Justru nanti kalau (Iriawan dan Anton) melakukan tindakan yang benar, kita harus memberikan reward (penghargaan),” kata Tito di Kampus IPDN, Jalan Jatinangor, Sumedang, Rabu (18/1).

Read More

Tito mengatakan Polri memiliki mekanisme dan prosedur tersendiri dalam merotasi dan mencopot jabatan seseorang. Semuanya dilakukan secara internal dan bukan atas dasar desakan massa.

“Polri itu organisasi besar yang memiliki aturan dan tata cara tersendiri. Jadi kita juga sudah melakukan koordinasi-koordinasi dan investigasi internal,” ungkap Tito.

Seperti diketahui, massa FPI melakukan aksi unjuk rasa di Mabes Polri, Senin (16/1). Mereka menyerukan tuntutan agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Mohamad Iriawan dan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan.

Alasan pencopotan itu karena massa menganggap Iriawan telah menghasut massa FPI untuk menyerang HMI pada aksi 411. Sedangkan, Anton Charliyan, karena dianggap melindungi ormas Masyarakat Gerakan Bawah Indonesia (GMBI).(mb/detik)

Related posts