Kapolri Minta Bareskrim Usut Aktor yang Bekingi Penulis Buku ‘Jokowi Undercover’

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (tengah) memberikan keterangan pers terkait penembakan teroris kelompok Santoso di Jakarta, Selasa (19/7). Kapolri memastikan salah satu terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan Satgas Operasi Tinombala di daerah Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (18/7) adalah Santoso alias Abu Wardah, setelah melakukan cek sidik jari jenazah. Sedangkan jenazah satu lagi adalah Mukhtar anak buah Santoso. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/pd/16

Metrobatam, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah memerintahkan Bareskrim Polri untuk mendalami siapa orang di balik, Bambang Tri Mulyono, penulis buku ‘Jokowi Undercover’.

Bambang Tri ditangkap di kediamannya, Blora, Jawa Tengah, Jumat 30 Desember 2016. Dia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo melalui tulisan di bukunya dan ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Read More

“Kita akan dalami siapa yang menggerakkan, siapa yang mengajari dia karena kalau dilihat dari kemampuan menulis, itu berantakan. Tidak mengikuti sistematika pelajaran-pelajaran yang terdidik, sarjana, sekelas skripsi saja tidak. Oleh karea itu, kita akan melihat siapa di belakang dia. Di belakang dia kita akan usut, tolong catat itu,” tegas Tito di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (4/1).

Polisi menjerat Bambang dengan pasal berlapis yakni Pasal 45 huruf a ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE juncto Pasal 28 huruf 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008. Selanjutnya Pasal 207 KUHP terkait Penghinaan Terhadap Penguasa dan Pasal 4 huruf d juncto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Selain itu, Bambang Tri juga dilaporkan oleh Michael Bimo terkait pencemaran nama baik sebagaimana yang diatur dalam Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.

Michael merasa dirugikan karena disebut Bambang Tri saudara se-ibu dengan Presiden Joko Widodo mana ibunya adalah mantan aktivis Gerwani. Hal lain yang dipermasalahkan Micahel adalah tudingan Bambang Tri bahwa keluarga Michael dikaitkan dengan PKI.

Laporan dari Michael sendiri dijadikan polisi sebagai fakta tambahan dalam melakukan penyidikan terhadap Bambang Tri.(mb/okezone)

Related posts