Letakkan Benda Mirip Bom, Ketua RT HF Dijerat UU Terorisme

Metrobatam, magelang – Ketua RT, HF (45), akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor (Polres) Magelang atas kasus teror di Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Penetapan itu dilakukan setelah polisi memeriksa HF secara intensif sejak ia ditangkap Rabu (4/1) di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalrjo. “Status (HF) sudah tersangka,” kata Kepala Polres Magelang AKBP Hindarsono, Minggu (8/1).

Read More

Di rumah HF, polisi menemukan barang bukti yang sama dengan di dua lokasi penemuan benda mirip bom rakitan, antara lain paralon plastik, kabel, serbuk arang, paku,dan lainnya hingga mencapai 22 item.

Menurut Hindarsono, meski mirip rangkaian bom rakitan, namun benda-benda yang diletakkan HF di lokasi itu tidak ditemukan detonatornya sehingga kemungkinan kecil dapat meledak.

Meski demikian, aksi HF tersebut telah berdampak luas, membuat masyarakat ketakutan dan trauma. Sejauh ini, aturan yang disangkakan kepada HF adalah UU terorisme dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Selain itu, Hindarsono juga menyebut Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman hukuman satu tahun. Dalam hal ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang.

“Nanti kita lihat, lagi kita dalami lagi. Kalau memenuhi UU terorisme, tapi di sisi lain tidak ada bom. Hanya ada arang, itu untuk menakut-nakuti saja,” jelasnya.

Seperti diberitakan, HF diduga meletakkan tas berisi benda mirip rangkaian bom rakitan di dua lokasi, di depan apotek Perintis Farma Dusun Krajan dan di depan Toko Oleh-oleh Dusun Gentan.

Dua lokasi ini berjarak sekitar 1,5 kilometer, dekat dengan pasar Kecamatan Tegalrejo dan Komplek Pondok Pesantren API Tegalrjo asuhan KH Yusuf Chudhory (Gus Yusuf).

Satu benda yang pertama ditemukan di lokasi depan Apotek Perintis Farma telah diledakkan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Jawa Tengah beberapa jam setelah ditemukan.

Sementara benda di depan toko oleh-oleh ditemukan lima hari setelah kejadian pertama.(mb/kompas)

Related posts