Selidiki Kematian 3 Mahasiswa saat Diksar, Polisi Akan Interogasi Rektor UII

Metrobatam,Yogyakarta – Meninggalnya tiga orang peserta pendidikan dasar (Diksar) Mapala UNISI, tak menutup kemungkinan Rektor UII juga akan dimintai keterangannya oleh pihak Polres Karanganyar.

Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, untuk mengungkap meninggalnya tiga mahasiswa yang mengikuti Diksar Mapala UNISI di kawasan hutan pinus Tlogodringo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Polres Karanganyar akan melakukan pemeriksaan dari hulu ke hilir.

Read More

Termasuk juga meminta keterangan dari rektor, dekan, hingga pihak-pihak yang terkait dengan diksar tersebut.

“Semuanya akan kami mintai keterangan. Termasuk Rektor UII pun akan kita dimintai keterangan. Pokoknya kita akan melakukan pemeriksaan dari hulu ke hilir,” terang Ade kepada Okezone, di Karanganyar, Selasa (24/1).

Pemeriksaan ini dilakukan menyusul adanya laporan dari keluarga Syaits Asyam, mahasiswa program studi teknik industri angkatan 2015, kepada Polres Karanganyar.

Dalam pelaporan tersebut, orangtua Syaits Asyam, ungkap Ade, mengatakan sebelum meninggal saat masih mendapatkan perawatan di rumah sakit, korban sempat mengaku kepada ibunya ada kekerasan saat pelaksanaan diksar.

Hal tersebut dikuatkan dengan pernyataan tertulis Isyam yang ditulisnya sendiri saat masih dirawat di RS sebelum akhirnya meninggal.

“Korban sempat mengaku pada ibunya ada kekerasan di sana (diksar). Bahkan korban menulis sendiri di selembar kertas memo berkop rumah sakit. Namun karena kondisinya makin lemah, ibunya yang melanjutkan mencatat pernyataan Isyam,” lanjut Kapolres.

Atas laporan dari pihak keluarga, Polres Karanganyar akhirnya membentuk tim untuk penyidikan lebih lanjut terkait kematian korban.(mb/okezone)

Related posts