‘TNI Bentuk Sentra Pelayanan Petani Padi, Bukan Untuk Bisnis’

Metrobatam, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono mengatakan program Sentra Pelayanan Petani Padi Terpadu (SP3T) bertujuan untuk membantu masyarakat terutama petani, bukan untuk bisnis.

“Kalau dikatakan berbisnis tidak, saya justru membantu,” ujarnya dalam konferensi pers pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD, Senin (23/1).

Read More

Menurutnya, program tersebut bertujuan untuk membantu menyejahterakan petani sehingga tidak mengalami kerugian saat panen. Tak hanya itu, program tersebut juga sebagai bentuk peran serta TNI AD dalam upaya mewujudkan swasembada pangan.

“Masyarakat jangan sampai dirugikan saat panen, kami tidak akan masuk ke dalam ranah seperti itu (bisnis), apa yang kami lakukan berniat membantu masyarakat,” tutur Mulyono.

Untuk itu, TNI AD selalu berupaya membantu masyarakat, terutama petani yang mengalami kesulitan, mulai dari proses tanam hingga penjualan hasil panen. Misalnya saja, kata Mulyono, di wilayah-wilayah tertentu petani mengalami kesulitan untuk menjual panennya. “TNI menangkap ini perlu dicari solusinya,” ujarnya.

Sampai saat ini, program SP3T masih dalam tahap uji coba. Ke depannya, Mulyono mengatakan program ini akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia yang mengalami kesulitan fasilitas untuk panen.

“Sekarang masih dalam tahap uji coba nanti tanggal 27 saya dan Menteri Pertanian akan ke Jombang terkait SP3T, untuk melihat seperti apa nanti dikembangkan,” katanya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan TNI akan membentuk program Sentra Pelayanan Petani Padi Terpadu (SP3T) sebagai bentuk dukungan TNI untuk mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. (mb/cnn indonesia)

Related posts