TNI dan Polisi Gelar Apel Persiapan Hadapi Demo FPI ke Mabes Polri

Metrobatam, Jakarta – Massa FPI akan berdemonstrasi di Mabes Polri. Sebelum bergerak menuju Mabes Polri, mereka berkumpul di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, terlebih dahulu. Aparat gabungan dari polisi dan TNI tengah melakukan apel di Masjid Al-Azhar untuk pengamanan demo.

Dari pantauan, Senin (16/1) pukul 06.15 WIB, di Masjid Al-Azhar sejumlah polisi dan TNI tengah melakukan apel. Sementara itu, massa FPI mulai berdatangan melalui Jalan Raden Patah dan Jalan Sisingamangaraja ke masjid yang merupakan titik kumpul ini.

Read More

Sampai saat ini, belum ada pergerakan masif dari massa yang akan melakukan demonstrasi. Arus lalu lintas di sekitar Masjid Al-Azhar juga masih terpantau lancar.

Massa FPI rencananya akan melakukan salat duha terlebih dahulu pada pukul 08.00 WIB. Selanjutnya mereka akan melakukan jalan bersama (long march) menuju Mabes Polri, yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh FPI pada hari ini menuntut Jenderal Tito Karnavian segera mencopot Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dari jabatannya.

Sebagaimana diketahui, FPI keberatan Kapolda Jawa Barat menjadi Ketua Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Belakangan, FPI dan GMBI terlibat konflik, yakni setelah pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq di Markas Polda Jawa Barat pada Kamis (12/1).

Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mempertanyakan tujuan demo FPI, “Apalah artinya, apalah tujuannya, dan apa sih hal yang bisa kita petik untuk kemajuan bangsa ini dengan demo itu. Menurut saya, justru demo itu bisa mengganggu ketertiban. Yang sekolah jadi nggak sekolah, yang kerja jadi nggak kerja,” ucap Said Aqil saat diwawancara di Hotel The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (15/1).

Terkait tuntutan para pendemo yang meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mencopot Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dari jabatannya. Said Aqil menilai hal itu memiliki mekanisme tersendiri. “Ada mekanismenya, dong,” ucapnya singkat.

Namun, dirinya berpendapat, seharusnya seorang ulama menyampaikan kebaikan. Menurut Said Aqil, ulama bukan mengajarkan kebencian dan menghasut orang lain.

“Seorang ulama itu harus taklim menyampaikan pengajian atau ilmu agama, dong. Masak orang ceramah tiap hari menghasut terus, bukan ulama itu, kalau sekali-kali marah pantas, tapi sesekali saja, mestinya kan taklim, kalau tiap hari isinya menghasut, ya bukan ulama,” jelasnya.(mb/detik)

Related posts