Kemlu: Terlalu Dini untuk Simpulkan Kasus Pembunuhan Kim Jong-Nam

Metrobatam, Jakarta – Kepolisian Diraja Malaysia menyebut Siti Aisyah dan Doan Thi Huong sadar terlibat serangan racun terhadap Kim Jong-Nam. Namun Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menilai Malaysia sebenarnya juga belum yakin betul dengan keterlibatan Siti Aisyah di kasus itu.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan pihak penyidik Malaysia belum cukup bukti menyimpulkan keterlibatan Siti. Itulah sebabnya pihak penyidik Malaysia memperpanjang waktu penahanan Siti selama 3×24 jam ke depan.

Read More

“Fakta bahwa investigator (penyidik) meminta perpanjangan masa penahanan (yang sudah ada) selama tujuh hari menunjukkan bahwa bukti-bukti yang ada saat ini belum cukup untuk melakukan penuntutan. Artinya masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan hukum terhadap kasus ini,” kata Lalu kepada detikcom, Rabu (22/2).

Pihak RI-pun belum bisa menemui Siti Aisyah. Kini RI masih menunggu akses untuk menjumpai perempuan kelahiran Serang Banten 25 tahun lalu itu.

“Kami menghargai proses hukum yang berjalan di Malaysia, dan sampai saat ini masih menunggu diberikannya akses kekonsuleran. Ini akan menjadi fokus kami,” tutur Iqbal.

Kepala Polisi Diraja Malaysia Khalid Abu Bakar menyatakan Siti Aisyah dan Doan Thi Hoang menyadari bahwa mereka terlibat dalam serangan racun terhadap Jong-Nam, di Bandara Internasional Kuala Lumpur, 13 Februari lalu. Setelah didekati dan diserang dua perempuan itu, Jong-Nam mengeluh sakit dan akhirnya meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.

“Saya pikir Anda melihat videonya (CCTV), bukan? Wanita itu menjauhkan tangannya dan bergerak menuju toilet. Dia sangat menyadari bahwa itu adalah racun dan bahwa dia perlu mencuci tangannya,” terang Khalid di markas Polisi Diraja Malaysia, Kuala Lumpur.(mb/detik)

Related posts