Tahu dari TV, Ibunda Kaget Siti Aisyah Ditangkap Polisi Malaysia

Metrobatam, Serang – Benah (50) terkejut saat putrinya Siti Aisyah dikabarkan ditangkap kepolisian Malaysia karena terkait pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un. Berita penangkapan Aisyah diketahui keluarga dari siaran televisi.

“Kaget lah, nggak tahu apa-apa. Pokoknya ini juga nggak tahu, tahu juga dari TV,” ujar Benah ditemui detikcom di Kampung Ranca Sumur, Serang, Banten, Jumat (17/2).

Read More

Siti Aisyah terakhir kali pulang ke rumahnya pada 21 Januari 2017. Setelah itu, Aisyah menurut Benah berkunjung ke rumah mantan mertuanya Lian Kiong alias Akiong di Tambora, Jakarta Barat.

“Pulang kemarin ke sini tanggal 21 Januari. Pas Imlek ke Jakarta ke rumah besan ibu. Nengok,” sebut Benah.

Setahunya, Siti berjualan pakaian dalam di Batam setelah bercerai dari Gunawan Hasyim alias Ajun, anak dari Akiong. Siti dan Ajun menikah pada tahun 2008 dan bercerai tahun 2012. “Sekarang sudah punya anak 1 di sana. Anaknya di rumah ibu besan,” kata Benah.

Siti ditangkap terkait pembunuhan Kim Jong-Nam pada Senin (13/2) pagi di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Polisi Malaysia menyebut Siti Aisyah terekam CCTV di lokasi kejadian.

Siti ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan kepolisian Malaysia di hotel Ampang, Kuala Lumpur pada Kamis (16/2) pukul 02.00 waktu setempat.

Dari dalam kamar itu, polisi menemukan sejumlah uang tunai dalam bentuk mata uang asing, termasuk tiga lembar uang dolar Amerika Serikat (AS) pecahan US$ 100. Polisi juga menyita dua telepon genggam, dengan satu telepon tanpa kartu SIM dan satu lagi memakai kartu SIM lokal

Polri Belum Periksa Keluarga Aisyah
Polri masih menunggu proses hukum terhadap Siti Aisyah yang diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un. Hingga saat ini Polri belum memeriksa orang-orang terdekat ataupun keluarga Siti.

“Kami masih belum lakukan pemeriksaan pada orang-orang terdekat atau keluarganya (Siti Aisyah),” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/2).

Meski belum memeriksa keluarga Aisyah, Martinus menegaskan Polri terus memonitor segala informasi yang ada dari Malaysia melalui penghubung Polri yang berada di negeri jiran tersebut.

Hingga saat ini, pihak dari Indonesia belum diperbolehkan bertemu dengan Siti Aisyah. “Kita menunggu info melalui Atase Kepolisian sana untuk bisa akses atau bertemu langsung dengan yang disangka,” ujar Martinus.

Martinus mengatakan Polri tidak mau gegabah dalam kasus ini. Polri masih akan melengkapi dokumen atau identitas yang terkait dengan Siti Aisyah.

“Berdasarkan data yang sudah terpublish, paspor, kita patut duga itu asli atau palsu. Ini penting supaya kami dalami sejauh mana yang bersangkutan beraktivitas termasuk berpindah ke wilayah Jakarta,” jelasnya.

Nantinya setelah waktu 7×24 jam, Kepolisian Diraja Malaysia akan memberikan informasi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

“Mereka akan menyampaikan hasilnya kepada pihak KBRI, dan karena akpol itu bagian dari KBRI. Tentu KBRI nanti menginformasikan apa yang bisa dilakukan untuk ke depannya,” ungkap Martinus (mb/detik)

Related posts