Arab Saudi Minat 3 Proyek Kilang di RI, Ini Kata Jonan

Metrobatam, Jakarta – PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco sempat berencana melakukan kerja sama di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balongan dan RDMP Dumai.

Namun, kerja sama itu akhirnya batal setelah Head of Agreeement (HoA) untuk RDMP Balongan dan Dumai tak kunjung ditandatangani, melewati batas waktu pada 26 November 2016.

Read More

Pembatalan kerja sama pembangunan RDMP dengan raksasa minyak asal Arab Saudi tersebut lantaran ada ketidaksepahaman dalam target pembangunan. Pertamina ingin proyek modifikasi Kilang Balongan dipercepat 2 tahun dari target awal 2022 menjadi 2020.

Tetapi Saudi Aramco masih tertarik untuk menggarap proyek RDMP Balongan bersama Pertamina. Dalam kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi tanggal 1-9 Maret ini, Saudi Aramco masuk dalam rombongan. BUMN perminyakan Arab Saudi itu melakukan penjajakan untuk kembali bekerja sama dengan Pertamina di proyek RDMP Balongan.

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, kemarin menyebut Arab Saudi juga masih tertarik menjajaki proyek kilang minyak di Bontang, dan Dumai. “(Proyek kilang) Balongan sedang dibicarakan Saudi Aramco dengan Pertamina,” kata Menteri ESDM Ignasius Jonan saat ditemui di JS Luwansa, Jakarta, Kamis (2/3).

Saat ini, Saudi Aramco telah menjalin kerja sama dengan Pertamina di proyek RDMP Cilacap. Keduanya telah membentuk perusahaan patungan (Joint Venture) untuk RDMP Cilacap yang biaya investasinya mencapai US$ 6 miliar.

“Sudah ada satu kerja sama antara Saudi Aramco dengan Pertamina untuk pengembangan refinery (kilang) di Cilacap, nilanya mungkin US$ 5,5-6 miliar,” tukas Jonan.

Sebagai informasi, saat ini kapasitas terpasang seluruh kilang Pertamina mencapai 853 ribu barel per hari (bph). Sedangkan kebutuhan minyak Indonesia tercatat sebesar 1,57 juta bph.

Ada empat proyek RDMP yang dikerjakan Pertamina untuk meningkatkan produksi bagan bakar minyak (BBM) di dalam negeri yaitu RDMP Ciladap, Balongan, Dumai, dan Balikpapan. Apabila seluruh RDMP ini selesai, maka kapasitas keempat kilang itu akan naik dari 820 ribu bph menjadi 1,61 juta bph.

Selain itu, 2 kilang baru akan dibangun, yaitu Grass Root Refinery (GRR) Tuban dan Bontang. Masing-masing berkapasitas 300.000 bph. Semua proyek kilang ditargetkan selesai sebelum 2023. Kalau semuanya berjalan lancar, Indonesia tak lagi mengimpor BBM mulai 2023. (mb/detik)

Related posts