Bank Dunia Kucurkan US$125 Juta untuk Proyek Waduk Indonesia

Metrobatam, Jakarta – Bank Dunia mengucurkan US$125 juta untuk mendukung proyek Pemerintah Indonesia dalam memperbaiki lebih dari 140 bendungan dan membuatnya lebih aman bagi sekitar 11 juta rakyat yang tinggal di sekitarnya.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves mengatakan, fase kedua dari Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP) juga akan memperkuat kemampuan pemerintah untuk mengoperasikan dan mengelola bendungan di berbagai wilayah Indonesia. The Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) juga ikut mendanai proyek ini dengan nilai US$125 juta.

Read More

“Setiap masyarakat di Indonesia jangan pernah mengalami kekurangan air. Bendungan mendukung pasokan air yang stabil, tetapi sangat penting untuk memastikan keselamatan bendungan untuk menghindari bencana,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (28/2).

“Kemitraan lanjutan Bank Dunia dengan Indonesia terkait keselamatan bendungan akan melindungi jutaan orang Indonesia yang tinggal di sekitarnya.”

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan akan menjalani fase kedua proyek yang mana juga akan memberikan dukungan terhadap program partisipasi masyarakat. Masyarakat sekitar akan menerima pelatihan keterampilan untuk menambah pemasukan mereka dengan cara membantu merawat bendungan.

Banyak kawasan penangkapan air di Indonesia, khususnya di wilayah dengan jumlah penduduk yang besar, tidak mampu menyediakan air yang cukup. Indonesia termasuk dalam peringkat bawah dibanding negara-negara lain dalam hal persediaan air per kapita.

Fungsi utama sebagian besar 2.200 bendungan yang ada di Indonesia adalah untuk menyediakan air irigasi. Keselamatan bendungan sangat penting untuk menjaga keberlangsungan masyarakat di sekitarnya, selain juga untuk menjaga sumber air negara ini.

“Rehabilitasi dan peningkatan fasilitas bendungan serta memperbaiki manajemen pengoperasian dan keamanan penting untuk meningkatkan ketahanan air, mengurangi risiko dan meningkatkan produktivitas penggunaan sumberdaya air yang terbatas,” kata Marcus Wishart, Senior Water Resources Management Specialist.

Fungsi utama sebagian besar bendungan yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan adalah untuk menyediakan air irigasi.

Ini adalah proyek kerjasama pendanaan kedua antara Bank Dunia dengan AIIB di Indonesia. Pada Juli 2016, Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar US$216,5 juta untuk mendukung program Kota Tanpa Kumuh yang bertujuan memperbaiki infrastruktur di kawasan kumuh di Indonesia. (mb/cnn indonesia)

Related posts