Utang Pemerintah Naik Lagi Jadi Rp 3.649 Triliun

Metrobatam, Jakarta – Per akhir Maret 2017, total utang pemerintah pusat tercatat mencapai Rp 3.649,75 triliun. Dalam sebulan utang ini naik Rp 60 triliun, dibandingkan jumlah di Februari 2017 yang sebesar Rp 3.589,12 triiun.

Dalam denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah pusat di Maret 2017 adalah US$ 273,98 miliar, naik dari posisi akhir Januari 2017 yang sebesar US$ 268,91 miliar.

Bacaan Lainnya

Sebagian besar utang pemerintah adalah dalam bentuk surat utang atau Surat Berharga Negara (SBN). Sampai Maret 2017, nilai penerbitan SBN mencapai Rp 2.912,84 triliun, naik dari akhir Februari 2017 yang sebesar Rp 2.848,8 triliun. Sementara itu, pinjaman (baik bilateral maupun multilateral) tercatat Rp 736,91 triliun, turun dari Februari 2017 sebesar Rp 740,32 triliun.

Demikian dikutip dari data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (25/4).

Berikut perkembangan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak tahun 2000:
2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7%)
2014: Rp 2.604,93 triliun (25,9%)
2015: Rp 3.098,64 triliun (26,8%)
2016: Rp 3.466,96 triliun (27,9%) (mb/detik)

Pos terkait