RI Bakal Tawarkan Proyek Infrastruktur Rp 465 T di KTT Jalur Sutera

Metrobatam, Jakarta – Pemerintah akan hadir dalam KTT One Belt One Road (OBOR) atau KTT Jalur Sutera di Beijing, China, 14-15 Mei 2017. Dalam KTT ini yang bakal dihadiri 29 negara itu, pemerintah akan menawarkan proyek infrastruktur senilai hingga US$ 35 miliar atau sekitar Rp 465 triliun (kurs US$ 1 = Rp 13.300)

Proyek yang ditawarkan dalam KTT OBOR akan diarahkan pada skema business to business (b to b), sehingga tidak perlu membebani keuangan negara.

Bacaan Lainnya

“Sekitar US$ 30-35 miliar, tapi ini kita sejauh mungkin mengeluarkan dari pinjaman negara. Kita mau bikin b to b,” ujar Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan, usai rapat koordinasi dengan sejumlah menteri di kantornya, Kamis (11/5).

Dengan konsep b to b yang juga akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), negara tidak akan dibayang-bayangi penambahan utang.

“Itu kan bankable sehingga bisa dibiayai. Jadi enggak perlu takut nanti rasio utang kita meningkat dari 25%,” ujarnya.

Luhut menjelaskan, proyek infrastruktur yang akan ditawarkan dalam KTT Jalur Sutera tersebar diluar Jawa. Upaya tersebut dimaksudkan untuk pemerataan pembangunan, agar setara dengan pembangunan di Jawa.

“Tadi rapat mengenai persiapan final Presiden menghadiri One Belt One Road itu saja. Jadi dalam pertemuan itu adalah pertemuan bilateral dan juga bertemu dengan presiden Xi Jinping. Kita juga manfaatkan bantuan untuk menyeimbangkan pembangunan di Jawa dengan luar jawa,” kata Luhut.

Proyek yang rencananya akan digadang-gadang dalam KTT OBOR tersebut antara lain berkaitan dengan infrastruktur, pariwisata dan industri. (mb/detik)

Pos terkait