60 Kader Golkar Galang Tanda Tangan Tolak Azis Jadi Ketua DPR

Metrobatam, Jakarta – Sejumlah anggota Fraksi Golkar menggalang dukungan menolak penunjukan Azis Syamsuddin sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat menggantikan Setya Novanto. Hal itu dilakukan jelang sidang paripurna yang sedianya akan memutuskan pergantian tersebut.

Penggalangan penolakan dilakukan di Ruang Rapat Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR sekitar pukul 11.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Sejumlah anggota Fraksi Golkar yang terlihat hadir di antaranya Rambe Kamar Zaman, Agus Gumiwang Kartasasmita, Fadel Muhammad, TB Ace Hasan Syadzily, Misbakhun, hingga Adies Kadir.

Fadel mengatakan, pihaknya tidak setuju Azis dipilih sebagai Ketua DPR karena proses penunjukan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku di DPP Golkar.

Ia menyebut, pergantian dilakukan sepihak oleh Setnov tanpa melibatkan semua unsur di internal Golkar. Ia juga menyesalkan sikap Aburizal Bakrie selaku Ketua Dewan Pembina DPP Golkar yang menandatangani surat pergantian itu.

“Kami kader Golkar tidak setuju kesewenang-wenangan daripada beberapa orang atau kelompok untuk mengadakan penggantian pimpinan DPR,” ujar Fadel di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/12).

Fadel mengklaim, hingga saat ini telah ada sekitar 60 dari total 91 anggota fraksi Golkar menyatakan menolak Azis sebagai Ketua DPR.

“Sudah lebih dari setengah. Kita kan 91 orang, Saya kira sudah enam puluhan. Cuma Ketua Fraksi Robert Kardinal tidak, karena di kubu sana,” ujarnya.

Fadel mengatakan hasil penggalangan penolakan itu sedianya akan akan disampaikan dalam sidang paripurna yang akan dilaksanakan hari ini.

Ia juga meyakini rapat paripurna akan menolak penunjukkan Azis sebagai Ketua DPR. Rapat, kata dia, diharapkan hanya fokus mengesahkan UU Palang Merah dan menutup masa sidang DPR.

“Saya kira rapat paripurna pasti menolak. Kami sudah mempersiapkan menolak di paripurna,” ujar Fadel.

Lebih lanjut, Fadel menyampaikan, pergantian Ketua DPR seharusnya dilakukan setelah DPP Golkar menggelar Munaslub untuk menentukan Ketum baru pengganti Setnov.

Pada proses itu, pengurus DPP baru akan menentukan siapa sosok yang akan menggantikan Setnov sebagai Ketua DPR.

“Harusnya dibicarakan secara terbuka di DPP. Dibicarakan di dewan pembina. Baru kita ajukan. Golkar ada proses dan prosedurnya,” ujarnya.

Setnov sebelumnya telah resmi menunjuk Azis Syamsuddin sebagai Ketua DPR untuk menggantikan dirinya yang ditahan KPK dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Azis yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran DPR, kemungkinan akan dilantik dalam sidang paripurna hari ini usai Pimpinan DPR menggelar rapat. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait