Golkar Tegaskan Dukung Jokowi di 2019, Dedi Calon Kuat Gantikan Ridwan Kamil

Metrobatam, Jakarta – Rapat pimpinan nasional (rapimnas) Golkar bakal menegaskan dukungan kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal itu sekaligus menegaskan dukungan kepada Jokowi untuk kembali maju pada pilpres 2019.

Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto mengatakan, agenda penegasan dukungan tersebut merupakan salah satu dari dua agenda rapimnas yang juga bakal menetapkan hasil rapat pleno. Bentuk dukungan itu disebut sebagai komitmen Golkar.

Bacaan Lainnya

“Urgensinya itu tentu komitmen Partai Golkar walaupun pergantian kepemimpinan, Partai Golkar sebagai organisasi tetap mendukung Pak Jokowi dan mendukung pemerintahan Jokowi-JK sampai 2019. Sekaligus untuk mendorong dalam kepemimpinan kedua 2019-2024,” kata Airlangga di Balai Sidang Jkarta Covention Center (JCC) Senayan, Jakarta (18/12).

Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid menambahkan, dukungan kepada Jokowi-JK akan diberikan dalam sebuah pernyataan politik sebagai bentuk penegasan.

Nurdin juga mengatakan, nantinya kehadiran Jokowi dalam pembukaan munaslub mendatang sebagai seorang pembina yang menaungi semua partai politik. “Ini tentu akan memberikan spirit luar biasa kepada seluruh kader Partai Golkar,” kata Nurdin.

Sebelumnya, keputusan rapat pleno pada Rabu (13/12), Munaslub bakal diselenggarakan 19-20 Desember dengan agenda untuk mengukuhkan Airlangga sebagai ketua umum terpilih menggantikan Setya Novanto.

Dalam Munaslub, Golkar akan melakukan pemilihan ketua umum, menetapkan ketua umum terpilih, memilih anggota formatur, dan menetapkan anggota formatur.

Selain menetapkan pengurus, munaslub juga menetapkan ketua dewan pembina, ketua dewan kehormatan, ketua dewan pakar, mahkamah partai, penyerahan hasil munaslub kepada ketua umum terpilih, hingga sidang munaslub Golkar ditutup.

Dedi Calon Kuat Gantikan Ridwan Kamil

Bupati Purwakarta sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi dinyatakan sebagai kandidat terkuat yang berpeluang diusung Golkar menggantikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) pada pilgub Jawa Barat 2018.

“Benar, Pak Dedi adalah kandidat terkuat,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi di Jakarta, seperti dikutip Antara Minggu (17/12).

DPP Partai Golkar telah mencabut dukungan untuk Emil di Pilgub Jabar. Emil dianggap terlalu lama menentukan calon wakil gubernur pasangannya. Sementara batas waktu yang diberikan telah lewat, yaitu 25 November 2017.

Pencabutan dukungan terhadap Emil tertuang dalam surat bernomor R-525/GOLKAR/XII/2017 tertanggal 17 Desember 2017. Surat itu ditandatangani Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Sebelumnya, DPP Golkar telah merekomendasikan Ridwan Kamil berpasangan dengan kader Golkar Daniel Muttaqien untuk maju di pilgub Jabar. Dukungan itu tercantum dalam surat bernomor R-485/GOLKAR/X/2017 tertanggal 24 Oktober 2017.

Sementara Emil telah menyatakan akan mengumumkan calon wakil gubernur yang akan mendampinginya di pilgub Jabar pada Senin (18/12). Namun sehari sebelumnya, DPP Golkar mencabut dukungan untuknya.

DPP Golkar menyatakan demi menjaga kehormatan, marwah dan kepentingan Partai Golkar di Provinsi Jawa Barat, maka pihaknya memutuskan mencabut dukungan bagi Ridwan Kamil.

Bobby mengatakan, kepastian dukungan Golkar untuk calon gubernur Jabar akan diputuskan setelah Musyawarah Nasional Luar Biasa. Sejauh ini Dedi Mulyadi adalah kandidat terkuat pengganti Emil. “Akan diputuskan setelah munas,” ujar Bobby.

Ridwan Kamil sebelumnya diusung oleh empat partai politik, yakni Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Golkar. Usai Golkar mencabut dukungannya, belakangan PPP juga terbuka kemungkinan menarik diri dan tak mendukung Emil. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait