Kapolri: Intelijen di Suriah Belum Tahu Kepastian Bahrun Naim Tewas

Metrobatam, Jakarta – Informasi tewasnya pentolan ISIS asal Indonesia, Bahrun Naim, karena gencatan senjata di Suriah belum dapat dipastikan kebenarannya. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan intelijen yang memiliki akses di Suriah belum mendapatkan informasi yang akurat.

“Kita sudah konfirmasi dengan beberapa sumber lain, intelijen yang memiliki akses di sana, mereka belum mengetahui pastinya,” kata Tito di gedung Rupatama, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/12).

Bacaan Lainnya

Tito mengatakan kabar tewasnya Bahrun Naim hanya sebatas informasi di media sosial yang belum dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya. Polri, tambah Tito, masih terus mendalami kebenarannya.

“Oleh karena itu sekarang kami berpendapat bahwa info tewasnya Bahrun Naim itu sebatas pada media sosial. Bisa benar, bisa tidak. Oleh karena itu kita terus mendalami,” kata Tito.

Kabar tewasnya Bahrun Naim tersebar di grup WhatsApp. Kabar tersebut berupa potongan percakapan yang di-screenshot. Bahrun Naim, dalam percakapan itu, disebut tewas di Abu Hamam, Suriah, pada 30 September lalu.

Dalam potongan percakapan tersebut, Bahrun Naim disebut tewas dalam pertempuran melawan pasukan rezim Bashar al-Assad, Presiden Suriah.

Bahrun Naim Anggih Tamtomo lahir di Pekalongan, 6 September 1983, dan besar di Pasarkliwon, Solo. Ia adalah lulusan program D-3 Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo.

Dalam kasus terorisme, namanya mulai muncul ketika ditangkap Densus 88 pada 2010 karena menyimpan senjata api dan amunisi yang disebutnnya sebagai titipan dari seorang buron kasus terorisme.

Naim sering dikaitkan dengan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah yang diketahui telah berbaiat ke ISIS. Ia disebut sebagai perekrut para milisi dari Indonesia untuk bergabung dengan ISIS.

Namanya juga disebut sebagai otak aksi serangan bom di pos polisi depan pusat perbelanjaan Sarinah beberapa waktu lalu. (mb/detik)

Pos terkait