Bawaslu Ajak Tokoh Agama Suarakan Pemilu Damai

Metrobatam, Jakarta – Ketua Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu RI) Abhan berencana menggandeng para tokoh lintas agama untuk mengantisipasi merebaknya isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan pada pemilihan kepala daerah 2018 dan pemilihan presiden 2019.

“Kami akan membuat konsep, seperti khotbah yang menyuarakan kampanye damai agar tempat ibadah tak digunakan sebagai tempat kampanye,” ujar Abhan kepada wartawan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/1).

Read More

‎Abhan menyadari bahwa Bawaslu tidak dapat bekerja sendirian untuk mencegah isu SARA dalam penyelenggaraan pemilu.

Ia tak menginginkan isu SARA kembali mencuat di Pilkada 2018 maupun Pilpres 2019 mendatang seperti isu SARA yang sempat menguat di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang Pilkada Jakarta 2017menunjukkan peningkatan intensitas kampanye berbasis politik identitas, khususnya agama.

Kapitalisasi isu agama pada Pilkada Jakarta terlihat dari masifnya pengerahan massa selama kampanye dan ujaran kebencian yang menyitir ajaran agama. “Upaya ini agar tidak digunakannya agama untuk kepentingan politik,” ujarnya.

Bagi Abhan, tokoh lintas agama dapat menjadi ‘agen’ penting bagi Bawaslu dalam penyelenggaraan pemilu.

Abhan berharap sinergi ini bisa membuat suasana kampanye kondusif dan menghindari perpecahan akibat penyebaran isu SARA dalam masyarakat.

“Pelibatan pemuka agama itu sebagai upaya preventif kami mencegah isu SARA agar tak terhadi perpecahan kembali,” ujarnya. (mb/okezone)

Related posts