KPK Tangkap Tangan Bupati Jombang

Metrobatam, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, tim penindakan lembaga antirasuah dikabarkan menangkap Bupati Jombang berinisial NSW, pada Sabtu (3/2).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan terdapat OTT terhadap salah satu kepala daerah di Jawa Timur tersebut.

Read More

“Ya benar. Ada kegiatan tim di lapangan sore dan malam ini. Kami amankan unsur kepala daerah di Jawa Timur,” kata Febri saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Febri menyatakan, kepala daerah tersebut ditangkap lantaran diduga menerima sejumlah uang terkait dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang. Namun, belum diketahui jumlah uang yang berhasil diamankan.

“Ada dugaan penerimaan sejumlah uang,” ujarnya.

Menurut Febri, kepala daerah yang diamankan tersebut sedang dalam perjalanan menuju markas antirasuah. Mereka bakal langsung menjalani pemeriksaan intensif setelah sampai gedung KPK. “Sedang perjalanan ke kantor tadi infonya,” kata dia.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan, termasuk Bupati Jombang.

Geledah Rumah Dinas

Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Bupati Jombang Nyono Suharli pasca operasi tangkap tangan (OTT) terhadap orang nomor satu di kabupaten tersebut.

Seperti dilansir dari Antara, tim KPK tiba di rumah dinas tersebut pada Sabtu (3/2) malam sekitar pukul 18.30 WIB dengan mengendarai mobil. Kendaraan itu diparkir di halaman pendopo tersebut dan tim KPK langsung masuk ke ruangan.

Tim penyidik KPK memeriksa sejumlah ruangan di pendopo hingga sekitar pukul 22.25 WIB. Ada empat petugas yang keluar dari pendopo. Mereka membawa sejumlah dokumen ketika keluar dari pendopo tersebut.

Sejumlah wartawan yang sudah menunggu di luar pendopo, mencoba untuk mengonfirmasi langsung, namun tim penyidik bungkam. Tim penyidik KPK pun kemudian langsung meninggalkan lokasi.

Sementara, petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi juga mengatakan tidak mengetahui dengan pasti aktivitas kedatangan tim tersebut. Ia juga tidak mengizinkan wartawan untuk masuk bersama-sama ke dalam pendopo.

“Wartawan yang masuk jangan banyak-banyak, bergantian saja,” kata Sutejo, salah seorang petugas Satpol PP yang berjaga.

Selain memeriksa pendopo, sejumlah pegawai di Kabupaten Jombang diketahui juga diperiksa di Mapolres Jombang. Namun, inti dari pemeriksaan tersebut belum diketahui dengan pasti saat ini.

Sejumlah pegawai yang sudah selesai pemeriksaan juga enggan untuk mengatakan terkait dengan isi pemeriksaan itu. Mereka bungkam dan memilih langsung meninggalkan lokasi Mapolres Jombang.

Selain itu, terdapat informasi bahwa tim penyidik KPK juga melakukan penyegelan sejumlah ruangan di Pemkab Jombang. Namun, berapa jumlah ruangan yang disegel hingga kini juga belum ada konfirmasi lebih pasti.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Bupati Jombang Nyono Suharli. Ia ditangkap dengan ajudannya. Saat ini, yang bersangkutan sudah di KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut. KPK juga mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan perkara serta status yang bersangkutan. (mb/cnn indonesia)

Related posts