5 Tokoh Tua dan Muda Digadang Bakal Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

Metrobatam, Jakarta – Pilpres 2019 kian dekat. Sejumlah tokoh mulai disebut-sebut pantas mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode keduanya bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Indonesia. Lalu siapakah kira-kira yang pantas?

Sejumlah nama yang muncul dan digadang-gadang jadi pendamping Jokowi beragam, baik latar belakang maupun usia, ada yang muda dan yang tua alias senior. Berikut nama-nama mereka:

Read More

Tokoh Senior

1. Jusuf Kalla

Tokoh senior di Partai Golkar ini tentu yang paling banyak disebut bakal kembali maju mendampingi Jokowi merebut kepemimpinan nasional. Meskipun, usulan atas nama JK terbentur oleh Pasal 7 UUD 1945 juga UU Pemilu Pasal 169 huruf n Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang mengatur batas maksimal seseorang bisa menjabat selaku presiden dan wakil presiden sebanyak dua kali periode jabatan.

JK sendiri sudah menegaskan tidak akan maju kembali di Pilpres 2019. Ia mengaku memberikan kesempatan kepada tokoh yang lebih muda untuk mendampingi Jokowi.

2. Prabowo Subianto

Ketua Umum Partai Gerindra ini meskipun mendeklarasikan diri maju sebagai pesaing Jokowi di Pilpres 2019, banyak digadang bakal ideal mendampingi mantan pesaingnya di Pilpres 2014 itu.

Wakil Ketua II Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo menilai, ‘perjodohan’ dua tokoh ini akan mengurangi tajamnya pertarungan di 2019. Mengingat, perlu dua tahun setelah Pilpres 2014 bagi masyarakat untuk pulih seutuhnya dari ‘kubu-kubuan’.

“Yang paling bagus buat bangsa kita supaya tidak ada lagi pertarungan tajam antara para capres yang kemudian menyisakan luka dan recovery-nya lama, ya sudah kalau Pak JK tidak boleh (karena tersandung regulasi), maka yang ideal adalah pasangan Jokowi-Prabowo,” kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 26 Februari 2018.

3. Akbar Tandjung

Sebagai tokoh senior di Partai Golkar yang sekarang menjabat Dewan Kehormatan Partai, sosok Akbar Tandjung dinilai mampu mendampingi Jokowi, dengan segudang pengalaman dan kemampuan lobi yang luas.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (IDS), Yasin Muhammad mengatakan, para ketua umum partai pendukung hampir semuanya menginginkan dipinang sebagai cawapres Jokowi. Dari hal itu, maka Akbar Tandjung bisa menjadi penengah. Dalam proses, apabila terjadi kebuntuan atau deadlock, maka kemungkinan itu akan membuat Akbar malah menjadi pilihan utama Jokowi.

4. Wiranto

Wiranto saat ini menjabat Menko Polhukam di kabinet Kerja era Jokowi. Sosoknya juga dinilai mampu mendampingi ‘atasannya’ itu di Pilpres 2019.

Dalam survei IDS, nama Wiranto masuk daftar calon wakil presiden dengan 3,7 persen. Survei tersebut dilakukan di 6 kota besar seperti Medan, DKI Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar. Jumlah sampel sebanyak 520 dengan margin kesalahan 4.3 persen.

5. Surya Paloh

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh yang sejak awal mendukung Jokowi juga dinilai punya kans mendampingi Jokowi, meskipun angka survei IDS menunjukkan Paloh ‘hanya’ mendapat angka 2,7 persen.

Tokoh Muda

1. Anies Baswedan

Belum lama memimpin DKI Jakarta sebagai gubernur, nama Anies Baswedan sudah santer disebut layak mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Keberhasilan Anies ‘menumbangkan’ Ahok serta kedekatannya dengan umat Islam dianggap jadi modal besar maju di skala nasional.

Anies sendiri mengatakan “enggak!” saat ditanya soal hasil sebuah survei yang menempatkan namanya sebagai calon kuat cawapres. Sandiaga Uno, sebagai pasangannya memimpin DKI Jakarta juga berharap Anies menyelesaikan tugasnya memimpin Ibu Kota.

2. Gatot Nurmantyo

Gatot Nurmantyo juga jadi salah satu nama paling sering dibicarakan publik sebagai cawapres. Tokoh yang dinilai dekat dengan umat Islam ini sering muncul dengan berbagai ‘kontroversi’ hingga menyedot perhatian publik kala jadi Panglima TNI.

3. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Nama AHY mencuat setelah maju menjadi penantang Anies dan Ahok di Pilgub DKI Jakarta. Meski tumbang, putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu kuat digadang-gadang bakal mendampingi Jokowi di Pilpres.Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin menilai bila Partai Demokrat bergabung dengan Jokowi, dipastikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai ketua umum dan ayah akan turut serta mendorong Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi calon wakil presiden bagi Jokowi di Pilpres 2019.Menurut Ujang, adalah sesuatu yang wajar bila SBY turut menawarkan AHY kepada Jokowi dan partai pendukungnya. Pasalnya, parpol lainnnya juga seakan sedang berkompetisi agar tokoh yang diajukannya dipilih Jokowi sebagai calon wakil presiden.

4. Mahfud MD

Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini muncul dalam bursa cawapres. Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menyebut Mahfud MD layak untuk dipertimbangkan Jokowi sebagai cawapresnya nanti.Mahfud yang juga dikenal sebagai pakar hukum tata negara itu memiliki rekam jejak yang baik. Apalagi, peluang Mahfud menjadi cawapres bagi Jokowi sangat besar lantaran memiliki kedekatan dengan kalangan Islam.Mahfud MD sendiri menegaskan dirinya tidak pernah mengajukan diri. Menurutnya, pemilihan cawapres ada di tangan calon presiden dan parpol pengusungnya.

“Silakan saja proses politik berjalan. Semua partai mencari calon-calonnya dan memberikan penilaian. Nah silakan nanti dibicarakan dengan calon presiden yang mereka angkat,” ujar Mahfud, Kamis (5/4).5. Ridwan KamilSudah sejak lama sebenarnya nama tokoh muda ini digadang-gadang bakal maju di skala nasional. Tokoh yang dekat dengan anak muda ini dinilai mumpuni dalam mengelola pemerintahan. Tapi tahun ini, Ridwan Kamil maju sebagai calon gubernur Jawa Barat (Jabar) di Pilgub 2018. (mb/okezone)

Related posts