AHY Minta Maaf Gagal Jadi Cawapres, Siapkan Diri untuk Pilpres 2024

Metrobatam, Jakarta – Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY meminta maaf kepada seluruh pihak yang mendukungnya karena gagal ikut berkontestasi di pemilihan presiden 2019.

“Saya mohon maaf jika karena berbagai faktor saya belum memiliki peluang untuk bisa menjadi cawapres sebagaimana diharapkan pada kader Demokrat dan serta berbagai lapisan masyarakat tadi,” kata AHY di kawasan Mega Kuningan.

Bacaan Lainnya

AHY mengatakan dirinya sudah berusaha untuk menjadi cawapres. Selama satu tahun terakhir dia mengklaim telah berkeliling nusantara untuk mendengar dan menyerap aspirasi warga.

“Saya menangkap ada rasa sedih, kecewa bahkan marah dari sebagian melihat situasi ini. tapi saya mengajak agar kita semua dapat menerima takdir Allah ST, Saya yakin ini terbaik bagi diri saya pribadi, juga bagi bangsa,” kata dia,.

Lebih lanjut AHY juga menyatakan bakal mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019, sesuai dengan keputusan resmi rapat Majelis Tinggi Demokrat.

Hari ini AHY genap berusia 40 tahun. Dia mengatakan ada tiga pelajaran penting yang didapat di hari lahirnya ini.

Pertama, kata AHY, tidak ada jalan yang lunak untuk meraih cita-cita dan tujuan besar. Lalu tidak ada pemimpin hebat tanpa pross penempaan ujian dan tantangan berat.

“Yang ketiga sebelum menutup mata maka tidak ada kata akhir dan sia-sia dalam perjuangan,” ujarnya.

Nama AHY sebelum sempat santer akan berpasangan dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Wacana ini menguat tak lama setelah Ketua Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan berpeluang koalisi dengan Gerindra.

Sehari menjelang pendaftaran, Prabowo justru memilih Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno sebagai cawapres.

AHY dan Sandi pernah bertarung di Pilkada DKI 2017 silam. Saat itu Sandi yang berpasangan dengan Anies Baswedan berhasil mengalahkan AHY yang maju bersama Sylviana Murni.

Gagalnya AHY menjadi cawapres Prabowo sempat menimbulkan krisis hubungan Gerindra dan Demokrat. Namun setelah beberapa kali melakukan lobi, hubungan kedua partai dapat diselamatkan.

Kok SBY Pilih Kardus Kosong

Sementara Partai Hanura mengaku heran Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhyono (SBY) melabuhkan dukungan pada Prabowo-Sandiaga.

“Bukan koalisi kardus. Tapi koalisi kardus kosong. Karena kan belum ada apa-apanya. Kok akhirnya SBY memilih kardus kosong?” kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah kepada wartawan, Jumat (10/8).

Meski mengaku heran, Inas berusaha memaklumi. Dia menduga SBY kepalang malu untuk bergabung ke koalisi Joko Widodo (Jokowi).

“Tapi ya sudah, kan sudah kepalang malu kalau ke sini, ke Jokowi. Daripada malu di kedua-keduanya, mending malu di sana aja sekalian,” ujar Inas.

Partai Demokrat memutuskan dukungan untuk Pilpres 2019. Mereka akan mendukung duet Prabowo-Sandiaga. Keputusan itu diambil lewat sidang Majelis Tinggi PD digelar pagi ini di kediaman SBY. Sidang berlangsung kurang lebih 90 menit.

“Proses yang penuh dengan tarik menarik dan kritik dalam dua hari ini adalah dinamika. Kita tetap berpendirian walau langit runtuh, kita tetap dukung koalisi,” ujar Wasekjen PD Andi Arief saat dihubungi. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait