Tim Jokowi-Ma’ruf Bentuk Tim Siber Tangkal Isu Negatif

Metrobatam, Jakarta – Tim kampanye pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mengklaim telah membentuk tim khusus untuk kampanye di media sosial. Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding mengatakan tim media sosial itu saat ini tengah dalam proses pembekalan.

“Terkait dengan media sosial kami punya tim sendiri yang mengelola medsos,” ujar Karding di Hotel Oria, Jakarta, Senin (13/8).

Bacaan Lainnya

Karding enggan menyebut siapa yang bakal memimpin tim siber tersebut. Ia hanya mengatakan tim kampanye medsos Jokowi-Maruf berada di Jakarta, dan beberapa lagi di sejumlah daerah.

Lebih lanjut, Karding mengatakan tim itu akan menjadi garda terdepan untuk memerangi informasi palsu terhadap Jokowi-Maruf di media sosial.

“Ini akan jadi barisan terdepan memerangi dan melayani menghadapi isu-isu di media sosial,” ujarnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memprediksi Jokowi-Ma’ruf akan diserang dari semua aspek di Pilpres 2019. Namun, ia yakin Jokowi-Ma’ruf dapat mengatasi hal itu dengan dibantu tim kampenye KIK.

“Gaya oposisi kan mereka menyerang dari segala aspek. Tetapi dengan perpaduan kekuatan indonesia raya Pak Jokowi dengan Kiai Maruf mereka bisa saja mencari ruang baru,” ujar Hasto.

Lebih dari itu, Hasto mengingatkan pihaknya memandang politik sebagai cara membangun peradaban yang positif dan mengubah kultur.

“Apa yang dilakukan Pak Jokowi sudah memberi arah yang baik. Intinya kami siapkan defense systemnya, tapi kami lebih mengisi ruang publik dengan hal-hal yang positif,” ujarnya.

Farhat Abbas Siap Hadapi Fadli Zon

Pengacara Farhat Abas mengaku menjadi salah satu juru bicara Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Maruf Amin di Pilpres 2019.

Ia mengaku diplot untuk menghadapi segala pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon dan sejumlah juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Saya dipersiapkan untuk melawan Fadli Zon dan lain-lainnya. Yang huruf F katanya,” ujar Farhat di Hotel Oria, Jakarta, Senin (13/8).

Farhat mengaku belum dapat menjelaskan secara spesifik alasan dirinya ditujuk untuk menghadapi pernyataan Fadli. Namun, ia mengatakan kapasitasnya sebagai juru bicara merupakan tanggung jawabnya sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa.

Farhat mengaku terdaftar sebagai bakal caleg PKB dari Jabar VI yang meliputi wilayah Depok dan Kota Bekasi.

“Kita, kan, wakil dari partai PKB. Kami punya kewajiban jadi tim sukses pemenangan Jokowi-Maruf,” ujarnya.

Lebih lanjut, Farhat menjelaskan tugas para juru bicara untuk meluruskan segala berita palsu yang diarahkan ke Jokowi-Maruf. Salah satu contoh hoaks yang perlu diluruskan, menurut Farhat, terkait imbauan Jokowi untuk siap berantem jika diajak berkelahi.

Bahkan ia berkelakar tugas juru kampanye seperti dirinya untuk melayani orang gila yang berbicara hoaks mengenai Jokowi-Maruf.

“Kalau yang keras, yang menghadapi orang gila sana. Berarti kalau sana orang yang kalau ngomong gila, berarti kita cari gila ngomong. Kalau rada-rada gila, kita cari orang yang bisa mengobati orang gila,” ujar Farhat.

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf memang telah membentuk tim juru bicara. Sebanyak 100 orang yang berasal dari partai koalisi dilibatkan dalam tim tersebut.

Tim tersebut ditugaskan untuk memberi penjelasan dan menghadapi semua serangan politik terhadap Jokowi-Maruf di Pilpres 2019. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait