Metrobatam, Jakarta – Tim nasional Indonesia melangkah ke perempatfinal Piala Asia U-16. ‘Garuda Muda’ jadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di babak ini.
Timnas U-16 memastikan diri ke delapan besar setelah berimbang 0-0 kontra India di laga terakhir fase grup. Satu poin cukup untuk mengunci posisi juara Grup C, unggul selisih gol atas India yang jadi runner-up.
Dengan kelolosan ini, timnas U-16 tinggal berjarak satu laga dari Piala Dunia U-17 2019. Semifinalis Piala Asia U-16 memang akan mewakili AFC di Piala Dunia yang berlangsung di Peru tersebut.
Yang lebih menarik lagi, Indonesia bisa menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di Piala Dunia U-17 nanti. Sebab saat ini, skuat asuhan Fakhri Husaini sudah jadi satu-satunya tim dari Asia Tenggara di perempatfinal Piala Asia U-16.
Tiga tim Asia Tenggara lainnya yakni Malaysia, Vietnam, dan Thailand sudah dipastikan tersingkir di fase grup. Thailand dan Malaysia yang satu grup di Grup A, finis di belakang Jepang dan Tajikistan.
Sementara Vietnam yang satu grup dengan Indonesia, menuntaskan fase penyisihan di posisi juru kunci. Vietnam bahkan tak berhasil memetik kemenangan, sementara Malaysia dan Thailand pulang dengan satu kemenangan.
Indonesia kini tinggal menunggu lawan. Sebagai juara Grup C, Mochammad Supriadi dkk. akan bertemu dengan runner-up Grup D, yang saat ini diperebutkan oleh Australia dan Irak.
Sementara pelatih timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini menuntut tim asuhannya tampil 100 persen saat bermain. Dia takkan segan-segan menggeser pemain dari starting XI.
Indonesia bermain imbang 0-0 dengan India saat menjalani pertandingan terakhir Grup C Piala Asia 2018, di stadion nasional Bukit Jalil, Kamis (27/9). Tapi hasil ini sudah cukup untuk mengantar timnas U-16 lolos ke perempatfinal.
Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri bermain kurang oke di laga ini. Dia diplot sebagai sayap kanan, kurang bisa memberikan ancaman.
Fakhri pun memutuskan untuk menggantinya dengan Rendy Juliansyah pada menit ke-72. Eks pelatih Bontang FC itu mengungkapkan alasan penggantian Bagus itu.
“Penting untuk buat saya agar diketahui semua pemain, ketika saya tunjuk menjadi starter mereka harus menunjukkan kemampuan 100 persen untuk tim,” kata Fakhri selepas pertandingan.
“Saya melihat Bagus tak memberikan 100 persen. Oke posisi dia tak di striker, saya geser ke kanan. Tapi saya butuh (dia di posisi itu), saya bicara sama dia tadi, ‘di manapun kamu main bangsa ini butuh 100 persen.”
“Kalau kamu punya 100 persen berikan 100 persen. Tapi saya tak melihat itu. Babak pertama oke, cukup bagus ada kombinasi dari sayap kanan”.
“Babak kedua saat bertahan tak membantu Bagas, ketika kita menguasai bola tak minta ke daerah. Ada beberapa pemain lain yang siap menggantikan posisi ini,” ujarnya. (mb/detik)














