Gara-gara Perang Dagang AS-China, Perakit iPhone Pindah ke Batam

Metrobatam, Jakarta – Perakit komponen iPhone asal Taiwan, Pegatron akan mengalihkan sebagian produksinya dari China ke Indonesia. Pengalihan produksi ini disebabkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Mengutip Nikkei, Jumat (7/12), pabrikan Taiwan akan mengalihkan produksi non-iPhone yang terkena tarif AS atas ekspor China. Seperti diketahui, kedua negara telibat perang dagang pengenaan tarif tinggi atas impor dari masing-masing negara. Sehingga, Pegatron memindahkan basis produksi non-iPhone untuk menghindari tarif tinggi saat produk diekspor ke Amerikat Serikat.

Menutur sumber dari Nikkei, langkah Pegatron mengalihkan produksinya karena tekanan yang semakin besar dari perang dagang. Perang dagang membuat produsen terhimpit karena meningkatnya upah dan berkurangnya tenaga kerja. Sementara biaya produksi semakin tinggi.

Keputusan untuk pindah ini tak berubah meski kedua negara memutuskan ‘gencatan senjata’ dalam pertemuan G20. “Pertemuan Trump-Xi tidak akan mempengaruhi langkah Pegatron,” katanya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, adapun lokasi yang digadang-gadang menjadi tempat produksi non-iPhone ialah Batam. Pegatron bakal menyewa pabrik di lokasi tersebut. Investasi akan dilakukan mulai sebulan ini dan bakal produksi penuh pada pertengahan tahun 2019.

Chairman Pegatron Tung Tzu-hsien baru-baru ini juga mengatakan, perusahaan tengah meningkatkan kapasitas produksinya di Taiwan Utara, Taoyuan untuk memenuhi permintaan yang kuat pada produk yang terkena dampak tarif.

Sebelumnya Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, Pemerintah tengah melobi agar Pegatron merakit komponen ponsel di Indonesia. “Tadi baru diomongin, dia mau investasi, yang dari Taiwan itu,” ujar Luhut ditemui di kantornya, Kamis (6/12).

Luhut mengatakan, yang jadi pertimbangan dari pabrikan asal Taiwan itu adalah soal perizinan. Luhut meyakinkan mereka bahwa semua perizinan tidak akan dipersulit.

“Itu dia ragu-ragu invest karena takut masalah izin-mengizin. Terus saya jawab, semua izin kita urusin, pokok ya kamu investasi di sini, sepanjang kamu ikutin semua aturan-aturan yang ada,” jelasnya.

Luhut belum mengetahui berapa besaran investasi yang bakal digelontorka pabrikan elektronik itu. Luhut menyebut, pemerintah mendorong perusahaan yang mau merelokasi pabriknya ke Indonesia.

“Akan besar. Jadi bertahap nanti dia. Dia mau lihat dulu. Kita memang dorong orang-orang yang mau relokasi industrinya terutama semi konduktor, HP, elektronik ke Indonesia,” tuturnya.

Lantas kapan investasi itu terealisasi?

“Kita harapkan kuartal pertama tahun depan sudah jadi,” jelasnya.

Pegatron diketahui berencana merelokasi pabriknya dari China ke Indonesia. (mb/detik)

Pos terkait