Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu di Jakut

Metrobatam, Jakarta – Polisi menembak mati residivis kasus narkotika yang juga pengedar sabu di wilayah Jakarta Utara. Dari tangan tersangka, polisi menyita 101,6 gram sabu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan kasus itu bermula dari adanya laporan masyarakat hingga ketua RW terkait adanya peredaran sabu di wilayah Plumpang, Koja, Jakarta Utara. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengintai tersangka berinisial S (40).

“Ini ada laporan masyarakat dan ada laporan Pak RW sendiri, dia emang meresahkan dan dia residivis dan kerap mengedarkan di sana,” kata Yusri kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/12/2019).

Tersangka tinggal di sebuah kontrakan dan tersangka disinyalir juga kerap mengedarkan sabu di kontrakan itu. Yusri mengatakan tersangka S sudah pernah ditangkap polisi sebanyak 2 kali dalam kasus penyalahgunaan narkotika.

“Tersangka atas nama S merupakan residivis kasus narkotika, tahun 2012 dan ditahan 4 tahun. Kemudian bulan Mei 2019 ketangkap lagi di kasus sama tapi dia pemakai,” jelas Yusri.

Yusri mengatakan saat penangkapan yang kedua itu, tersangka hanya dilakukan rehabilitasi. Kepada polisi, tersangka S mengaku mendapatkan sabu dari DPO Papi. Polisi hingga saat ini masih mengejar 1 DPO tersebut.

“Hasil dari keterangan awal yang bersangkutan dia dapat barang dari salah seorang biasa dipanggil Papi dia masih DPO,” kata Yusri.

Tersangka S diketahui kerap mengedarkan sabu di Jakarta Utara dengan menggunakan kendaraan hasil curian. Polisi akhirnya menangkap S di kontrakannya pada 5 Desember 2019.

Polisi menembak mati tersangka karena berusaha melawan petugas. Yusri mengatakan polisi sudah mengeluarkan 2 tembakan peringatan namun tak dihiraukan.

“Saat Unit 4 Subdit 3 ini mengantar tersangka S meminta menunjukkan kediaman si Papi kemudian tersangka sempat memukul anggota, mau melarikan diri dan pergulatan dengan petugas. Akhirnya sesuai SOP kita tembak,” jelas Yusri. (mb/detik)

Loading...

Related posts