Jubir Parlemen Iran dan Menkes Israel Positif Virus Corona

Iran – Juru Bicara Parlemen Iran, Ali Larijani, dinyatakan positif terjangkit virus Corona. Ali dinyatakan positif usai menjalani tes setelah menunjukkan gejala Corona.

“Ali Larijani dites virus Corona setelah menunjukkan gejala-gejala tertentu, dan hasilnya positif. Ia saat ini berada di karantina dan menjalani perawatan,” demikian laporan dari TV Pemerintah Iran, seperti dilansir AFP, Kamis (2/4/2020).

Ali Larijani yang berusia 62 tahun dikenal dekat dengan sejumlah tokoh pemerintahan Iran, termasuk Presiden Hasan Rouhani, dan terpilih kembali untuk periode kedua sebagai juru bicara parlemen. Larijani merupakan salah satu pejabat paling senior di Iran yang terinfeksi virus Corona.

Iran tengah berusaha keras mencegah penularan Corona sejak melaporkan kasus pertama virus tersebut pada 19 Februari 2020 lalu. Iran pada Kamis (2/4) telah melaprkan 124 kematian baru sehingga angka kematian di negara tersebut menjadi 3.160 orang dengan lebih dari 50.000 orang terinfeksi.

Bacaan Lainnya

Presiden Iran Hasan Rouhani memperingatkan parlemen bahwa negara tersebut masih akan berperang melawan Corona selama satu tahun lagi.

Hingga kini, ada setidaknya 23 dari 290 anggota legislative Iran yang positif terinfeksi Corona. Virus itu juga telah menewaskan sedikitnya 12 pejabat atau mantan pejabat pemerintah negara tersebut.

Menteri Kesehatan Israel Positif

Hal yang sama juga disampaikan Kementerian Kesehatan Israel yang menginformasikan bahwa Menteri Kesehatan Yaakov Litzman positif terinfeksi virus corona (Covid-19) pada Kamis (4/2).

Litzman diketahui sering melakukan kontak dalam beberapa pekan terakhir dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat tinggi lainnya yang juga didiagnosis positif Covid-19.

Istri Litzman dilaporkan juga positif terinfeksi corona. Keduanya saat ini tengah melakukan isolasi diri dan menjalani perawatan.

Mengutip AFP, pemerintah Israel sebelumnya mengeluarkan imbauan untuk mengisolasi diri kepada mereka yang sempat melakukan kontak dengan Litzman dalam dua pekan terakhir.

Harian Haaretz melaporkan, Kepala Intelijen dan Badan Keamanan Nasional Israel, Mossad diminta untuk melakukan karantina karena ia sempat melakukan kontak dengan LItzman.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga diminta melakukan isolasi setelah salah satu pejabat pemerintah dinyatakan positif Covid-19.

Pemerintah Israel mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan wilayah atau lockdown untuk menekan penyebaran virus corona.

Pada fase awal wabah, beberapa rabi (pendakwah di Israel) telah mendorong masyarakat untuk mengabaikan pembatasan gerakan yang diamanatkan pemerintah dan tetap melaksanakan ibadah. Namun, perlawanan tersebut telah berkurang belakangan ini.

Pada hari Rabu (1/4), Netanyahu memerintahkan penjagaan polisi di sekitar kota Bnei Brak, sebelah timur Tel Aviv, untuk membatasi pergerakan ke dan dari kota itu lantaran Bnei Brak memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi kedua di Israel.

Hingga saat ini Israel melaporkan lebih dari 6.000 kasus virus corona dengan 26 orang dinyatakan meninggal 241 pasien sembuh.

Sementara itu, kasus virus corona di Timur Tengah tercatat lebih dari 78 ribu. Iran menjadi negara di Timur Tengah dengah kasus virus corona tertinggi dengan lebih dari 47 ribu kasus dengan 15.473 pasien sembuh dan 3.036 orang dilaporkan meninggal. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait