oleh

Cicilan Bukan Solusi, PT Moya Indonesia Dianggap Tidak Miliki Hati Nurani Terkait Tagihan Air di Batam

-BATAM, DPRD Batam-8.867 views

 Metrobatam.com, Batam – PT. Moya Indonesia dianggap tidak memiliki hati nurani, mengenai tingginya tarif air pelanggan serta tidak memberikan solusi kepada para pelanggan di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha memberikan komentar mengenai polemik yang saat ini dirasakan oleh masyarakat Kota Batam, dan hingga kini masih menjadi pembahasan hingga ke platform media sosial.

Tidak hanya itu, dirinya juga melihat hingga saat ini pihaknya belum menemukan penjelasan yang ‘kuat’ dan meyakinkan yang bisa membuktikan bahwa, tagihan air pelanggan PT Moya Indonesia yang ‘meroket’ tersebut adalah hal yang wajar dan telah sesuai fakta pemakaian.

“Saya melihat, PT. Moya Indonesia cenderung mencari pembenaran dengan tetap meminta pembayaran kepada pelanggan dengan cara “halus”. Yaitu memberikan kelonggaran/keringanan kepada konsumen untuk melakukan pembayaran secara bertahap atau dicicil,” paparnya, Rabu (27/1/2021). seperti dikutip dari Suryakepri.com

Mengenai tawaran solusi yang ditawarkan oleh PT. Moya Indonesia, Utusan juga menuturkan bahwa meroketnya tagihan pelanggan, bukan soal kelonggaran atau keringanan pembayaran saja.

Akan tetapi hal mendasar adalah jangan sampai pelanggan membayar yang tidak sesuai dengan kenyataanya.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari sebuah sistem yang tidak siap dan tidak profesional dong,” tegasnya.

Mengingat, sampai sekarang PT. Moya Indonesia tidak bisa memberikan jawaban pasti, kenapa jumlah pemakaian pelanggan tinggi yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Padahal secara kasuistis, instalasi pelanggan tidak mengalami kebocoran, bahkan tidak terjadi penambahan anggota keluarga atau tetap jumlah pemakaian tidak seperti biasanya.

Hal ini menjadi konsentrasi serius yang seharusnya diinvestigasi pihak PT. Moya Indonesia sendiri.

Jumlah pemakaian yang tidak wajar ini, yang menciptakan asumsi negatif di tengah-tengah masyarakat dan secara nyata menciptakan tekanan bagi masyarakat di tengah-tengah pandemi Covid 19 saat ini.

“Kami dari Komisi 1 DPRD Kota Batam akan terus mengawal dan segera mengagendakan kembali Rapar Dengar Pendapat (RDP) nantinya,” terangnya.

Pihaknya pun meminta kepada PT. Moya Indonesia untuk tidak memaksakan kehendak dan tidak melakukan pemutusan sambungan pelanggan, sampai benar-benar bisa menjelaskan alasan jumlah pemakaian air pelanggan yang ‘meroket’ dan berdampak pada jumlah tagihan melonjak secara tidak wajar. (ydr)

Sumber: Suryakepri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed