AIPTU Sutrisno Latih Santri Membuat Pesawat Aeromodelling

  • Whatsapp
banner 468x60

Metrobatam.com, Kendal – Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU) Sutrisno, seorang anggota polisi dari Polda Jateng, telah berhasil melakukan pelatihan pembuatan pesawat terbang aeromodelling, kepada para santri di Pondok Pesantren Al Ma’wa, Desa Sumbersari Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Atas pengabdian AIPTU Sutrisno tersebut, dia mendapatkan apresiasi dari Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, anggota DPR RI Komisi X, Dito Ganinduto dan Dir Intelijen Polda Jateng.

Bacaan Lainnya

AIPTU Sutrisno yang saat ini bertugas di Intelkam Polda Jateng, mengatakan bahwa pengabdiannya ini hanya sekadar ingin berbagi ilmu dengan para santri.
Dengan harapan, para santri tidak hanya pandai dalam ilmu agama, namun ahli juga di bidang lain.

Seperti santri di Kendal, Jawa Tengah yang bisa membuat pesawat aeromodelling dengan mesin berbahan bakar minyak dan baterai.

Beberapa waktu lalu, Bupati Kendal Dico M Ganinduto sempat melihat langsung pembuatan pesawat aeromodelling pun tertarik, bahkan memesan satu pesawat.

Bupati Dico sangat mengapresiasi dan berencana di Ponpes Al Ma’wa akan dijadikan Desa Wisata Aeromodelling, sehingga bisa mengangkat nama ponpesnya, sekaligus kabupaten. “Semua akan terangkat jika nanti menjadi Desa Wisata Aeromodelling,” katanya.

Saat ini, para santri sudah menyelesaikan beberapa pesawat aeromodeling, bahkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin beberapa waktu lalu, mengunjungi kegiatan para santri dalam pembuatan pesawat aeromodeling. Wagub juga sudah memesan dan sudah diantar oleh para santri.

Sutrisno selaku instruktur menceritakan, dalam pembuatan replika pesawat tanpa awak ini, dirinya juga melibatkan para santriwati yang bertugas untuk mengamplas dan bagian pengepakan, sehingga semua santri ikut terlibat dalam industri tersebut.

Bersama para santri, dia baru bisa memproduksi 20 pesawat aeromodeling. “Kedepan, ponpes ini bisa menjadi tempat belajar dari ponpes lainnya, terkait dengan pembuatan replika pesawat terbang tanpa awak,” harapnya.

Direktur Inteljen Polda Jateng, Kombes Pol Djati Wiyoto Arbadhy sangat mendukung sekali atas kinerja anggotanya yang bisa mengajari para santri untuk membuat pesawat aeromodeling. Harapannya, tidak sampai disitu saja, namun dengan karya para santri ini bisa membantu perekonomian masyarakat.

“Pengabdian Aiptu Sutrisno ini tentu bisa memotivasi bagi setiap anggota Polri, sekaligus sebagai bentuk pendekatan pada masyarakat,” ujarnya.

Pesawat aeromodeling buatan para santri ini dibandrol dengan harga mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 8 juta, yang sudah lengkap dengan aksesorisnya.

(Pur)

  • Whatsapp

Pos terkait