Pemko Tanjungpinang Dorong Pedagang Pasar Rakyat Jualan Online

  • Whatsapp
banner 468x60

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Sebanyak 200 orang pedagang yang berasal dari Pasar Baru I dan II, Pasar Bintan Center dan Pasar Potong Lembu, diberi pelatihan berjualan online untuk peningkatan penjualan dagangan di samping tetap berjualan secara langsung di pasar. 

Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengatakan, pelatihan ini khusus diberikan untuk para pedagang pasar rakyat. Karenanya, ia meminta pedagang pasar untuk mulai memanfaafkan media sosial (online) dalam menjual produknya.

Bacaan Lainnya

“Saat ini, kita masih berdampingan dengan Covid-19. Untuk itu, pemko terus berikhtiar menguatkan perekonomian secara nasional, khususnya di kota Tanjungpinang,” ucap Rahma.

Hal itu, Rahma katakan, saat membuka acara peningkatan pemahaman pemanfaatan media sosial (online) sebagai distribusi barang untuk pedagang pasar rakyat di kota Tanjungpinang, di pasar Bintan Center Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (29/3/2021).

Lewat pelatihan ini, tambah Rahma, pihaknya mendorong para pedagang pasar rakyat untuk bisa menjual barang-barang secara online guna meningkatkan omset dari dampak pandemi Covid-19.

“Pelatihan ini gratis. Karena itu, manfaafkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Utamakan etika saat berjualan secara online, jangan sampai saling menjatuhkan kompetitor lain. Jadi, bersaing secara sehat,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Atmadinata menjelaskan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi juga berdampak pada sektor perdagangan.

Saat ini orang tidak harus datang ke pasar untuk berbelanja karena kebutuhan dapur bisa didapatkan secara online.

“Oleh karena itu pedagang di pasar juga harus diberikan pelatihan agar mereka dapat menyesuaikan dengan model transaksi secara online,” kata Atma

Dengan pelatihan itu, kata Atma diharapkan bisa memberi keterampilan para pedagang pasar agar mampu dan mahir untuk menjual dagangan secara online serta mendukung daya beli masyarakat.

“Agar pedagang kita mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana berjualan dan mendorong peningkatan jual beli,” ujarnya.

Pada kesempatan itu pelatihan diikuti sekitar 200 pedagang dengan rincian 80 orang dari Pasar Bintan Center, 40 orang dari Pasar Potong lembu dan 80 orang dari Pasar Baru I dan II, pelatihan akan berlangsung selama tiga hari sejak Senin (29/3) sampai Rabu (31/3) .

“Untuk barang-barang tertentu terkadang belum ada dijual di pasar, makanya kita beri pelatihan supaya mereka terampil juga,” ucapnya.

Walaupun hanya pedagang pasar tradisional, menurut Atma para pedagang itu juga harus mengikuti perkembangan teknologi,” tutur dia.

(IP)

  • Whatsapp

Pos terkait