Badan POM Kawal Pengembangan Vaksin Merah Putih

(Foto: Capture Screen Youtube/Badan POM)

Metrobatam.com, Jakarta – Ketahanan nasional dalam bidang kesehatan dan kemandirian bangsa dalam pengadaan vaksin COVID-19 terus diupayakan. Maka dari itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawal langsung pengembangan Vaksin Merah Putih.

Kepala Badan POM Penny K. Lukito mengharapkan, para peneliti Vaksin Merah Putih dapat memenuhi persyaratan registrasi dan sertifikasi fasilitas pada tahap persiapan untuk proses registrasi produknya hingga dapat diperoleh izin edar.

Bacaan Lainnya

“Badan POM berkomitmen untuk memberi dukungan dalam penanganan COVID-19 melalui percepatan akses dan ketersediaan vaksin, pengawalan terhadap pengembangan vaksin, peningkatan pengawasan serta pengawalan vaksin beredar,” kata Penny saat konferensi pers Jumat (16/4/2021) secara virtual.

Penny melanjutkan, dukungan Badan POM ini dilakukan untuk memastikan terpenuhinya standard dan persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu produk dalam rangka perlindungan kesehatan masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Setiap tahapan pengembangan vaksin mulai dari tahap pra-klinik, tahap mendapatkan prototipe vaksin, tahap scaling up dari seed vaksin, pelaksanaan uji klinik, hingga tahap produksi, terdapat standar dan kriteria yang harus dipenuhi serta dianggap layak untuk dapat berlanjut ke tahapan berikutnya.

Kemudian, Penny juga mengatakan, tahapan proses harus didukung dengan hasil-hasil pengujian yang valid dan memenuhi kaidah standard yang berlaku secara internasional. Hal ini perlu diperhatikan untuk menghasilkan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu.

Pengembangan Vaksin Merah Putih dilakukan dengan berbagai jenis platform, yang akan memberikan pengayaan pengalaman dan juga peningkatan kemampuan Peneliti Indonesia untuk penguasaan teknologi vaksin di masa depan.

Platform untuk pengembangan Vaksin Merah Putih terdiri dari enam institusi, yaitu Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Universitas Airlangga, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.

“Badan POM akan selalu memberikan pendampingan dan fasilitas untuk konsultasi dalam setiap tahapan pengembangan vaksin merah putih yang dibutuhkan oleh Peneliti dan Industri Farmasi,” kata Penny.

(IP)

Pos terkait