Dinkes Tanjungpinang Gelar Vaksinasi Setiap Hari

METROBATAM.COM. TANJUNGPINANG – Vaksinasi COVID-19 terus digencarkan pemerintah kota Tanjungpinang, guna mempercepat target herd immunity atau kekebalan kelompok.

Tidak tanggung-tanggung, dengan minimal sasaran 1.000 orang per hari, vaksinasi digelar di tiap-tiap kecamatan dan kelurahan di kota Tanjungpinang setiap harinya.

Bacaan Lainnya

“Vaksinasi ini kita gelar setiap hari. Saat ini, sudah ada 53.027 orang yang tervaksin dosis pertama dari target sasaran 157.295 orang atau sekitar 33,45 persen dari Kepri. Jadi, kita nomor satu dari kabupaten kota di Kepri,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepal Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, dr. Nugraheni Purwaningsih, Sabtu (12/6/2021).

Di Kepri sendiri, secara nasional baru 20 persen, tapi nanti target gubernur akhir Juni harus mencapai 50 persen. Sehingga, harus dikejar oleh seluruh kabupaten kota.

“Target Kepri itu, Juni 50 persen, Juli 70 persen untuk penduduk Kepri sasaran terpaket, dan 17 Agustus itu, harus tercapai 100 persen,” sebutnya.

Nugraheni mengatakan, Tanjungpinang saat ini masih berada di zona oranye. Sedangkan, untuk mendisiplikan prokes masih kesulitan, karena masih banyak yang melakukan pelanggaran. Sehingga, harus mempercepat dengan vaksinasi ini, supaya terbentuk herd immunity.

“Tujuan kita ini, bukan untuk menghabiskan vaksin atau mengejar prestasi yang dicanangkan guburnur. Bukan itu, tapi kita ingin Tanjungpinang ini terbentuk herd immunity, di mana 70 persen atau sasaran 157 ribu itu sudah tervaksin semua,” ucap dia.

Menurut Nugraheni, sebenarnya program vaksinasi ini tidak boleh ada penolakan dari orang-orang yang ditetapkan sebagai sasaran. Namun, masih banyak yang menolak dengan berbagai alasan. Rata-rata mereka hanya mendengarkan pendapat dari teman-temannya.

“Tentu, ini menjadi tantangan bagi kita, sehingga camat, lurah, RT dan RW yang harus memberikan pemahaman dan menggerakkan warganya agar mau divaksinasi,” ujar dia.

Program vaksinasi Ini, kata dia,  bukan pemaksaan, tapi tanggung jawab bersama. Kalau nanti sampai herd immunity kita lambat terbentuk, angka kasus terus meningkat, otomatis ekonomi berhenti sendiri. “Kalau sudah terkena COVID-19, pasti berhenti sendiri, mereka tidak bisa berusaha,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kamis (10/6) capaian vaksinasi mencapai 1.641 orang, sedangkan Jumat (11/6) berhasil melakukan vaksinasi kepada 2.083 orang. (Bd/Tri)

Pos terkait