Diduga Ada Penyelewengan Diproyek Rehab Sekolah Disdik Kepri di Lingga

Dua Proyek Disdik Kepri di Lingga, Nilai Hampir Sama Luasnya berbeda

METROBATAM.COM|LINGGA – Berdasarkan Informasi dari warga pekerjaan proyek rehab dua bangunan, yaitu ruang Laboratorium Kimia dan Empat Ruang Belajar di SMA 1 Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau terjadi beberapa kejanggalan. Karena dalam proyek tersebut membuat masyarakat Bagunan hampir mirip. Tetapi diduga nilai kontraknya berbeda.

Untuk itu, beberapa awak media segera meluncur menuju lokasi yang diinformasikan, tepatnya Desa Duara Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara untuk melakukan Investigasi.

Bacaan Lainnya

Di lokasi proyek tersebut, dijumpai beberapa plang merk kegiatan rehab berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, diantaranya ada rehab ruang kelas belajar, ada rehab untuk yang lainnya, dengan luas yang berbeda.

Nilai kontrak pada rehab empat ruang kelas belajar, di papan plang terlihat,”NAMA PEKERJAAN : REHABILITASI RUANG KELAS DENGAN TINGKAT KERUSAKKAN MINIMAL SEDANG BESERTA PERABOTNYA (DAK) SMAN 1 LINGGA UTARA,- NOMOR KONTRAK :19.8/SP/FISIK-LL/DISDIK-DAK/2021,- NILAI KONTRAK : 379.100.275,36,- SUMBER DANA: DAK TAHUN ANGGARAN 2021,- PELAKSANAAN : 120 (SERATUS DUA PULUH) HARI KALENDER,- PELAKSANA : CV.ANAK TAMIANG,- PENGAWAS : CV.AR ARTISTIKA”.

Sementara, rehab ruang laboratorium, pada papan plangnya terlihat bacaan antara lain, “NAMA PEKERJAAN : REHABILITASI RUANG LABORATORIUM KIMIA DENGAN TINGKAT KERUSAKAN MINIMAL SEDANG BESERTA PERABOTNYA (DAK) SMA 1 LINGGA UTARA,- NOMOR KONTRAK : 23.1/SP/FISIK-LL/DISDIK-DAK/2021,- NILAI KONTRAK : 318.520.679,96,- SUMBER DANA : DAK TAHUN ANGGARAN 2021,- PELAKSANAAN : 120 (SERATUS DUA PULUH) HARI KALENDER,- PELAKSANA : CV. BINTANG CAHAYA RIZKI,- PENGAWAS : CV. AR ARTISTIKA”.

Dengan data tersebut diatas, luas bangunan empat ruang belajar yang sangat luas, dibandingkan dengan ruang laboratorium yang luasnya hanya seperempat rehab empat ruang kelas, maka masyarakat awam rasanya tidak salah menjadi heran serta tertanya-tanya dalam hati.

“Di antara pertanyaan masyarakat disekitar lokasi proyek rehabilitasi tersebut adalah, “4 lokal nilai kontraknya 379.100.275,36, sedangkan 1 lokal untuk laboratorium kok nilainya terlalu pantastik yaitu 318.520.679,96,” ungkap Narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Ada lagi pertanyaan dari masyarakat lainnya, “apakah nilai kontrak laboratorium tersebut tidak teridikasi Mark-Up ?, atau teridikasi digelembungkan harga satuhan materialnya ?”.

Untuk mengetahui seputar harga material yang diduga digelembungkan, didapat informasi bahwa pensuplai material dan atau sebagai Sub Kontaktonya adalah warga Pancur bernama “YUDI”. Dicoba mengkonfirmasi kepada “YUDI”, tetapi sayangnya “YUDI” belum berhasil dijumpai.

Ditanya kepada salah seorang orang tua (yang kemudian diketahui adalah ayah “YUDI”) di kediaman “YUDI”, orang tua tersebut menjawab dengan singkat, “YUDI” sedang ada kegiatan sosial di luar”.

Hingga berita ini diunggah media ini belum berhasil mewawancarai Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau selaku penanggung jawab dalam proyek tersebut.

(Redaksi/Awl)

Pos terkait