Kesembuhan Covid-19 Bertambah Mencapai 3.837.640 Orang

METROBATAM.COM. JAKARTA – Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 5 September 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 10.191 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 3,8 juta orang sembuh atau tepatnya 3.837.640 orang (92,9%).

Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 5.180 kasus dan totalnya menurun menjadi 155.519 kasus (3,8%). Pada penambahan pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 5.403 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.129.020 kasus.

Bacaan Lainnya

Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 392 kasus dan kumulatifnya mencapai 135.861 kasus (3,3%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 171.885 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 264.081 kasus.

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin pertama terus bertambah dan hari ini sebanyak 429.004 orang dengan totalnya melebihi 66 juta orang atau 66.782.673 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi kedua juga meningkat melebihi 38 juta orang atau angka tepatnya 38.223.153 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 192.501 orang. Serta penerima vaksin ketiga bertambah sebanyak 6.482 orang dan kumulatifnya sebanyak 713.060 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Tengah menambahkan 1.042 orang dan kumulatifnya 424.861 orang, diikuti DI Yogyakarta menambahkan 981 orang dan kumulatifnya 138.103 orang, Jawa Timur menambahkan 879 orang dan kumulatifnya 350.172 orang, Jawa Barat menambahkan 804 orang dan kumulatifnya 668.302 orang serta Kalimantan Timur menambahkan 649 orang dan kumulatifnya 142.197 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di Jawa Tengah menambahkan 625 kasus dan kumulatifnya 473.276 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 448 kasus dan kumulatifnya 387.060 kasus, Sumatera Utara menambahkan 393 kasus dan kumulatifnya 99.215 kasus, Jawa Barat menambahkan 355 kasus dan kumulatifnya 694.714 kasus serta DKI Jakarta menambahkan 303 kasus dan kumulatifnya 852.692 kasus.

Selain itu, terdapat 5 provinsi dengan angka kematian harian tertinggi diantaranya di Jawa Tengah menambahkan 89 kasus dan kumulatifnya tertinggi mencapai 28.964 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 70 kasus dan kumulatifnya 28.679 kasus, Kalimantan Timur menambahkan 22 kasus dan kumulatifnya 5.180 kasus, Sulawesi Selatan menambahkan 22 kasus dan kumulatifnya 2.091 kasus serta Riau menambahkan 21 kasus dan kumulatifnya 3.831 kasus.

Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 33.215.453 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.667.077 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 23.852.215 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 5,53% dan positivity rate spesimen mingguan (29 Agustus – 4 September 2021) di angka 8,31%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 72 spesimen.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 104.944 orang dan kumulatifnya 22.112.218 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 17.983.183 orang termasuk tambahan hari in sebanyak 99.541 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 5,15% dan positivity rate orang mingguan (29 Agustus – 4 September 2021) di angka 6,97%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

(Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional)

 

Pos terkait