Pembobol Brankas di Batam Diringkus Polsek Bengkong

METROBATAM.COM – Andri alias Asep (22), dan M Riski alias Eki (22) terancam hukuman pidana penjara 9 tahun kurungan. Pasalnya, telah melakukan aksi Pembobolan brankas milik Supermarket Halimah yang beralamat di Bengkong Sadai, Bengkong, Batam, pada Sabtu (23/10/2021) malam, sekira pukul 21.30.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bengkong, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bob Ferizal didampingi Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bengkong, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Rio Ardian dan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Tigor Sidabariba, saat gelar Konferensi Pers pengungkapan kasus tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curat) di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Bengkong, Rabu (27/10/2021).

Bacaan Lainnya

Saat di konfirmasi METROBATAM.COM melalui telepon seluler, Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Ipda Rio Ardian, mengatakan, Andri, mantan karyawan Supermarket Halimah ini nekat membobol brankas lantaran diduga ada kesempatan dan mengetahui di dalam brankas terdapat sejumlah uang.

“Berdasarkan keterangan tersangka, diduga pelaku ini (Andri dan Riski) karena ada kesempatan dan tahu informasi kalau di dalam brankas itu ada uangnya. Makanya si Andri (mantan karyawan/orang dalam) bawa temannya. Nah dari keterangan karyawan-karyawan yang lainnya juga bilang kalau mereka ini juga sering mengutip sembako (panjang tangan),” kata Ipda Rio.

Adapun dalam melancarkan aksinya, kedua pelaku memiliki peran masing-masing. Andri berperan memberikan akses masuk sedangkan Riski, merupakan eksekutor dalam aksi pembobolan brankas.

Manager Supermarket Halimah, Tono (36), mengetahui aksi pencurian pada Minggu (24/10/2021), setelah melihat brangkas yang ada di dekat komputer sudah dalam terbuka dan terdapat bekas congkelan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ada sebagian uang tunai yang hilang di dalam brankas tersebut.

Kemudian, dirinya melakukan pengecekan pada kamera pengawas supermarket dan melihat dua orang pelaku masuk ke dalam Supermarket melalui pintu belakang.

Atas kejadian tersebut, lantas ia melaporkan kejadian pembobolan brankas ke Mapolsek Bengkong guna penyelidikan lebih lanjut.

Menerima laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Bengkong langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan serangkaian upaya penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, kurang dari dua jam, pihak Unit Reskrim Polsek Bengkong berhasil mengamankan para pelaku A yang pada saat itu sedang bekerja di Supermarket Halimah. Sementara Riski diamankan di kontrakannya di Bengkong Kolam.

“Aksi mereka terekam kamera pengawas Closed Circuit Television atau CCTv Supermarket Halimah. Korban (pihak supermarket Halimah) mengalami kerugian berkisar Rp20,5 juta,” kata Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) yakni Rp13,4 juta (dari tangan kedua pelaku), satu (1) unit sepeda motor Mio warna biru, satu bilah pisau dan satu obeng.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 ayat (2) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara. (Ilh4m)

Pos terkait