Cegah Virus Covid-19 Varian Baru, Pemerintah Terbitkan Surat Edaran dan Satgassus Perketat Aturan Karantina PMI

Keterangan gambar: Surat edaran yang diterbitkan oleh pemerintah melalui BNPB selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Senin (29/11/2021). Foto/ist

METROBATAM.COM, TANJUNGPINANG – Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan surat edaran (SE) baru Nomor 23 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19. Surat tersebut berlaku sejak, Senin (29/11/2021).

Adapun isi di dalam surat tersebut menjelaskan bahwa, masa karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI) diwajibkan menjalani karantina selama 7×24 jam, dari ketentuan awal yakni 3×24 jam dan wajib melaksanakan tes ulang Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Bacaan Lainnya

Hal itu karena adanya ditemukan varian baru severe acute respiratory syndrome atau SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau (Omicron) di Afrika Selatan, yang telah meluas persebarannya ke beberapa negara di dunia dan sebagai langkah mengantisipasi masuknya varian B.1.1.529 ke wilayah Indonesia.

Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 sebagai variant of concern (VoC) dan merekomendasikan bagi seluruh negara untuk meningkatkan upaya mitigasi risiko penularan kasus importasi serta menerapkan pengaturan perjalanan internasional berbasis risiko.

Hal tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus SARS-CoV-2 baru maupun yang akan datang. maka pelaku perjalanan internasional harus mematuhi protokol kesehatan dengan sangat ketat dan memperhatikan regulasi atau kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Kemudian berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada angka 1, angka 2, angka 3, dan angka 4, maka perlu ditetapkan SE tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease
2019 (Covid-19).

Komandan Satuan Tugas Khusus (Dansatgassus) Perlintasan PMI, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Jimmy Ramoz Manalu, melalui Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 033/WP, Mayor Infanteri (Inf) Reza Fahlevi, mengatakan, bahwasanya, apa yang telah menjadi kebijakan dari Pemerintah akan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Hari Senin, 29 November 2021, sebanyak 149 PMI masuk melalui Pelabuhan Feri Internasional Batam Center. Para PMI tersebut melaksanakan dua tahapan tes, yakni Antigen dan PCR pertama. Semuanya negatif,” kata Kapenrem 033/WP, Mayor Inf Reza dalam keterangan tertulisnya.

Adapun sebanyak 97 PMI tersebut berasal dari Malaysia. Sehingga saat ini jumlah PMI yg dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang sebanyak 66 orang dan memiliki okupansi sebesar 14,34 persen.

“Mari kita bersama-sama berdoa semoga pandemi ini segera berakhir dan kita dapat beraktivitas normal kembali sehingga perekonomian negara kita bisa bangkit,” ujarnya mengakhiri. (Ilh4m)

Pos terkait