METROBATAM.COM|BINTAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan, Tarmizi kecewa dengan pengelolaan Pasar Barek Motor yang carut marut.
Pasalnya, Pasar yang kelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bintan melalui PT Bintan Inti Sukses (BIS) ini telah memberlakukan kenaikan tarif sewa lapak pedagang secara sepihak.

Hal itu terlihat ketika 3 Anggota DPRD Bintan Tarmizi, Hasriawadi, Muhammad Toha meninjau Pasar Barek Motor, Rabu(10/2) pagi.
“Ini Punya Pemerintah, masak ada yang cuma pakai lampu sebiji dimintanya 50 Ribu untuk Listrik dan yang pakai Kulkas sebiji 120 Ribu Rupiah sebulan. Ini sudah tidak masuk akal,” ucap Tarmizi.
Untuk itu, Tarmizi berharap adanya Pembenahan BUMD Bintan. Karena, saat ini BUMD berdasarkan data yang diterima oleh DPRD Bintan tidak ada menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Masak merugi terus. Kemana uang sewa lapak yang dipungut itu,” tegasnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Anggota Komisi II DPRD Bintan, Muhammad Toha, kecewa dengan Direktur Utama PT BIS, Susilowati yang tidak bisa membenahi BUMD Bintan.
“Kami saja komisi II gak tau adanya kenaikan sewa ini. Padahal BUMD itu dibawah kami,” beber Toha.
Atas hal tersebut, Toha mengatakan bahwa Komisi II berencana akan memanggil Manajemen PT BIS untuk membicarakan hal ini.
“Tadi kami sudah berkonsultasi dengan Wakil Ketua DPRD Bintan Ibu Vivin, kemungkinan Minggu depan akan kita panggil Direktur PT BIS,” sebutnya.
Sementara itu, Hasriawadi mengatakan bahwa kedatangan mereka ke Pasar Barek Motor ini berdasarkan laporan dari masyarakat yang mengadukan hal ini kepada mereka selaku wakil rakyat.
“Kami dapat laporan bahwa kenaikan tarif ini sudah dapat persetujuan dari Dewan. Kami kaget dong. Untuk itu, kami mengkroscek kebenaran laporan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, Kedatangannya juga untuk melihat aset Pemkab Bintan yang dikelola oleh PT BIS.
“Jangan sampai gak menghasilkan PAD. Tetapi jika ada kerusakan yang dibebankan APBD Bintan,” tegasnya.
(Budi)














