METROBATAM.COM, BATAM – Ryan M Farizal dan Rudi Hartono, dua atlet Jujitsu Kota Batam ini membutuhkan dukungan dan sponsor dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) dan juga Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam mencapai prestasi gemilang.
Pasalnya, selama ini tidak mendapatkan dukungan. Bahkan keduanya dan sejumlah atlet lainnya berlatih secara mandiri di Dojo Kenacha Martial Arts Academy, Batam, di bawah asuhan pelatih, Rozi Juhendra.
Kedua atlet terbaik Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) ini dipercaya mewakili Indonesia ke Thailand untuk mengharumkan nama Batam dan Kepri pada kejuaraan bertajuk Grand Prix Thailand Open 2022, 16 hingga 19 Juni mendatang.
“Selama ini mandiri, dan memang sejauh ini belum ada anggaran pembinaan dari Pemprov, Pemko Batam maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Kenacha Martial Arts Academy lah tempat titik kumpul kami dan para petarung di bawah pembinaan ISJ,” ungkap keduanya.
Meski demikian, atlet muda asal Batam ini bertekad tetap akan mengharumkan nama Batam dan Kepri pada kejuaraan tersebut.
Keduanya punya potensi besar untuk bisa mengharumkan nama Indonesia pada kejuaraan-kejuaraan Jujitsu tingkat Internasional. Berbagai persiapan secara maksimal pun juga telah dilakukan.
“Ini kesempatan emas dan menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi kami,” kata Ryan (19), Senin (13/6/2022).
Selain Indonesia, kejuaraan ini juga diikuti 14 negara di antaranya Afganistan, Kamboja, Kongo, Israel, Jordan, Kazakhstan, Mongolia, Belanda, Palestina, Korea, Arab Saudi, Thailand dan Vietnam.
“Negara-negara tersebut sangat terkenal banyak melahirkan para petarung ground fight. Tapi, kami tetap optimis raih medali dan kami memang sudah siap kapan pun ada kejuaraan,” ujar Ryan, peraih medali perunggu Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.
Perlu diketahui, didirikan oleh Rozi Juhendra, Kenacha Martial Arts Academy ini diharapkan bisa menyalurkan talenta putra-putri Kepri untuk berprestasi pada cabang olahraga (Cabor) beladiri, khususnya Jujitsu.
Sejauh ini, sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh atlet-atlet binaan Rozi Juhendra. Tak hanya pada Cabor Jujitsu, tetapi juga pada cabor beladiri full body contact lainnya.
Khusus pada Cabor Jujitsu, di tingkat nasional, Jujitsu Batam mewakili Provinsi Kepri berhasil meraih dua perunggu pada PON XX Papua, Oktober 2021 lalu.
Sedangkan pada kejuaraan terbuka Brazilian Jiujitsu, Titan Challenge di Bandung pada Januari lalu, tujuh atlet ISJ Batam yang bertanding berhasil menyabet tujuh medali, di antaranya dua medali emas, dua perak dan tiga medali perunggu.
“Selama ini kami berlatih mandiri. Sensei Oji (Rozi Juhendra) menanamkan pada kami, berbuat aja dulu, tetap berprestasi. Tanamkan rasa kekeluargaan, solid, kuat dan berkembang,” pungkasnya. (*/Ilh4m)














